Belajar Pajak

Dalam praktek penggajian sering kali ditemukan pegawai yang sudah tidak bekerja masih memiliki penghasilan yang masih harus diterima baik dalam bentuk bonus, gratifikasi, tantiem, jasa produksi atau imbalain lainya yang tidak bersifat teratur. Penghasilan atau imbalan tersebut tetap dikenakan pajak bersifat tidak final yang dipotong oleh pemberi penghasilan. Bersifat tidak final tentu saja pajak atas penghasilan yang diterima oleh mantan pegawai tersebut dapat diperhitungkan dengan pajak penghasilan diakhir tahun.

Berikut contoh perhitungannya.
Tn. Yono sejak tanggal 29 Desember 2016 tidak bekerja di PT. ABC, namun pada tanggal 23 Januari 2017 dan tanggal 5 Februari 2017 menerima jasa produksi untuk tahun 2016 yang oleh PT. ABC baru dibayar tahun 2017 masing-masing Rp 45.000.000,- dan Rp 15.000.000,-.

PPh yang terutang dan harus dipotong PT. ABC adalah;
 
Bulan    Penghasilan Brutto     Pengh brutto      tarif  PPh    PPh terutang 
                                             kumulatif             psl 17 a 1                       
Mei                       45.000.000                45.000.000   5%   2.250.000
Juni                         5.000.000                50.000.000   5%                   250.000
                        10.000.000                60.000.000   15%                1.500.000
 Total                        60.000.000                        4.000.000