Berita

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah (Jateng) II bersama dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Surakarta melakukan aksi simpatik pembagian bunga dan leaflet Pajak UMKM 0,5 persen kepada pedagang Pasar Klewer, Surakarta.

Menurut release yang diterima Tribunsolo.com, Senin (27/8/2018), acara tersebut bertujuan mensosialisasikan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 dan lebih mendekatkan pajak di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Surakarta.

Sebagaimana diketahui bahwa Pemerintah telah menerbitkan kebijakan penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final menjadi 0,5 persen bagi pelaku UMKM.

Aturan tersebut dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto.

Tertentu sebagai pengganti atas Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013, yang diberlakukan secara efektif per 1 Juli 2018.

PP 23 Tahun 2018 pada dasarnya mengatur pengenaan PPh Final Pasal 4 Ayat (2) bagi wajib pajak yang memiliki peredaran bruto (omzet) sampai dengan Rp 4,8 Miliar dalam satu tahun pajak.

PP tersebut mencabut PP Nomor 46 Tahun 2013 yang telah berlaku selama lima tahun sejak pemberlakuannya 1 Juli 2013.

Adapun pokok-pokok perubahannya adalah sebagai berikut:

Penurunan tarif PPh Final 1 prs2 menjadi 0,5 persen dari omzet, yang wajib dibayarkan setiap bulannya.


Wajib Pajak dapat memilih untuk mengikuti tariff dengan skema final 0,5 persen atau menggunakan skema normal yang mengacu pada Pasal 17 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan.

Sementara untuk mengatur jangka waktu pengenaan tarif PPh Final 0,5 persen yakni berlaku bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yaitu selama 7 tahun.

Selain itu bagi Wajib Badan berbentuk Koperasi, Persekutuan Komanditer, atau Firma selama 4 tahun.

Bagi Wajib Pajak Badan berbentuk Perseroan Terbatas selama 3 tahun.

Pemberlakuan aturan baru ini dimaksudkan untuk mendorong masyarakat berperan serta dalam kegiatan ekonomi dengan memberikan kemudahan dan kesederhanaan kepada pelaku UMKM dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.

Dengan penerapan tarif baru ini maka beban pajak yang ditanggung oleh pelaku UMKM menjadi lebih kecil, sehingga pelaku UMKM memiliki kemampuan ekonomi yang lebih besar untuk mengembangkan usaha dan melakukan investasi.

Selain itu, kebijakan ini diharapkan mampu memberikan waktu bagi pelaku UMKM untuk mempersiapkan diri sebelum WP tersebut melaksanakan hak dan kewajiban pajak secara umum sesuai dengan ketentuan UU Pajak Penghasilan.

Kebijakan ini juga memberikan keadilan kepada pelaku UMKM yang telah mampu melakukan pembukuan, sehingga wajib pajak dapat memilih untuk dikenai Pajak Penghasilan berdasarkan tarif umum Undang-undang Pajak Penghasilan.




Source: http://solo.tribunnews.com/2018/08/29/sosialisasi-aturan-pajak-umkm-kantor-pajak-bagikan-bunga-di-pasar-klewer-solo