Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melakukan rotasi jabatan terhadap 21 Pejabat Eselon II di sektor Direktorat Jendral Pajak dan Perbendaharaan. Menurut Sri Mulyani, rotasi ini penting mengingat adanya kebutuhan organisasi untuk terus merevitalisasi.

21 Pejabat Eselon II yang dirotasi tersebut terdiri dari 18 Ditjen Pajak dan 3 Bendahara.

"Penyegaran. Kita kan lihat, sebagian besar mereka sudah berada di dalam pos yang cukup lama, dan tentu dalam rangka kita melihat target yang akan diberikan, serta adanya kebutuhan organisasi untuk terus merevitalisasi, saya rasa pergeseran dan perubahan tempat adalah suatu keniscayaan," ujar Sri Mulyani, Rabu (22/1/2019).


Dalam sambutannya, Sri Mulyani berpesan agar para pejabat ini bisa terus mempertahankan prestasi baik dalam mengelola keuangan negara, apalagi saat ini memasuki tahun politik.

"Ini pejabat-pejabat veteran, saya tidak perlu berikan banyak arahan. Saya hanya ingin garisbawahi bahwa target kita di 2019 cukup menantang. Kita perlu mulai untuk mewaspadai, sekaligus melihat dan mengevaluasi apa yang sudah didapat di tahun sebelumnya, dan perubahan apa di tahun 2019 untuk tetap fokus mencapai penerimaan."

"Bangun reputasi dan kepercayaan publik mall pelayanan yang lebih baik. Kredibilitas, profesionalisme, dan integritas. Ini tahun politik. Jaga integritas, profesionalisme, shg kita tdk jd bulan2an atau objek politik."

Salah satu poin yang perlu diperhatikan menurut Sri Mulyani, ialah terkait pertumbuhan perpajakan. Dari sekitar 300 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di seluruh Indonesia, hanya 54 KPP yang pertumbuhan pajaknya cukup baik. Ke depannya Sri Mulyani berharap pertumbuhan perpajakan bisa lebih ditingkatkan lagi.

"Kemarin dalam raker Dirjen Pajak, kita berikan penghargaan di Kanwil. Meski tidak mencapai 100% tapi hampir semua pertumbuhan perpajakan di atas 20%, bahkan 30%, ada juga yang 40%. Jumlahnya 54 KPP."

"54 KPP entah itu madya dan pratama bisa mencapai pertumbuhan yang impresif, di luar dugaan, maka 300 KPP yang lain seharusnya juga bisa. Di 2019 kita harus bs buktikan kita mampu mencapai target secara proper," tandasnya.

sumber