Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga pemeringkat Fitch mempertahankan peringkat utang Indonesia di posisi "BBB" dengan outlook stabil.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai tingkat beban utang pemerintah rendah dan pertumbuhan ekonomi Indonesia baik jadi komponen penilaian utama, sehingga peringkat utang Indonesia "BBB".

"Fitch menilai, beban utang Indonesia dibandingkan negara peers (negara-negara setara) lebih aman dan sektor keuangan domestik berada dalam kondisi sehat. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pun jauh lebih baik dibandingkan negara-negara peers. Fitch meyakini bahwa permintaan domestik dan investasi akan terus mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Nufransa Wira Sakti, Senin (18/3/2019).

Fitch juga mengatakan, Indonesia mempunyai potensi positif dari pengalihan tujuan investasi, seiring kondisi perekonomian global dan kebijakan moneter Amerika Serikat. Fitch menilai fundamental Sovereign Credit Indonesia akan tetap kokoh seiring stabilnya pergerakan nilai tukar dan tetap terjaganya cadangan devisa.

"Pemerintah Indonesia dinilai menjalankan kebijakan fiskal yang baik dan tepat sehingga fiskal Indonesia sehat, yang ditandai dengan penurunan defisit APBN dari 2,51% pada tahun 2017 menjadi 1,76% pada tahun 2018. Penurunan defisit APBN ini didorong oleh perbaikan penerimaan perpajakan dan peningkatan kualitas belanja," jelas Nufransa.

"Kebijakan fiskal yang prudent juga ditunjukkan dengan utang Indonesia yang rendah dengan rasio 29,8% terhadap PDB pada 2018. Selanjutnya, Fitch meyakini rasio utang Pemerintah tetap stabil dalam beberapa tahun ke depan serta defisit APBN terjaga di level yang rendah."

Pengumuman Fitch ini mencerminkan bahwa perekonomian Indonesia masih dipercaya tetap kuat oleh dunia internasional di tengah tekanan pelemahan ekonomi global.

"Apresiasi dari lembaga internasional terkemuka seperti lembaga rating terhadap kinerja perekonomian Indonesia memiliki peran penting untuk mewujudkan APBN yang lebih sehat, adil, dan mandiri serta perbaikan perekonomian Indonesia secara umum," tandasnya.

Sumber Berita