Berita

AKURAT.CO Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menargetkan Rasio pajak mencapai kisaran 11,8-12,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.  Dengan target tersebut, Sri Mulyani  berharap penerimaan perpajakan akan tetap positif.

"Kita tentu berharap bahwa kemampuan dalam penerimaan perpajakan kita akan tetap positif," kata Sri Mulyani usai mengikuti Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Senin (20/5/2019).

Sri Mulyani mengakui penerimaan perpajakan pada triwulan I-2019 menghadapi sejumlah tantangan karena kinerja Ekspor maupun Impor mengalami perlambatan.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga menjelaskan bahwa perlambatan yang terjadi karena tekanan Eksternal terus diwaspadai pemerintah, karena dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek.

Untuk itu, ia memastikan, reformasi perpajakan akan terus merespon perkembangan ekonomi dan mampu mendorong daya saing investasi serta Ekspor melalui pemberian insentif Fiskal untuk memperbaiki keseimbangan Eksternal.

"Nanti dalam pembahasan selama dua bulan kedepan, kita akan semakin membentuk titik kesepakatan, sebelum kita tuangkan di nota keuangan. Kita juga dengar pandangan dari semua fraksi DPR," ujarnya.[] 

sumber