FORUM

Pengkreditan Faktur Masukan

User / Member Content
Hartanto

06 Nov 2017 | 15:32


Dear Rekan,

Mau tanya, jika saya terima faktur pajak masukan dengan tanggal faktur pajak 7 Januari 2017 dan baru diterima di tanggal 10 November 2017. Faktur Pajak tersebut belum dikreditkan di SPT PPN. Yang mau saya tanya, apakah saya masih berhak untuk mengkreditkan di masa Pajak Januari 2017 dengan membuat SPT Pembetulan? Atau saya kreditkan di masa Pajak Februari/Maret/April tahun 2017 dengan membuat SPT pembetulan.

Terima kasih
Moderator

06 Nov 2017 | 22:42


Sesuai Pasal 9 ayat (9) UU PPN
 
Pajak Masukan yang dapat dikreditkan, tetapi belum dikreditkan dengan Pajak Keluaran pada Masa Pajak yang sama, dapat dikreditkan pada Masa Pajak berikutnya paling lama 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya Masa Pajak yang bersangkutan sepanjang belum dibebankan sebagai biaya dan belum dilakukan pemeriksaan.
 
Selanjutnya pada bagian Penjelasan dijelaskan bahwa:

Ketentuan ini memungkinkan Pengusaha Kena Pajak untuk mengkreditkan Pajak Masukan dengan Pajak Keluaran dalam Masa Pajak yang tidak sama yang disebabkan antara lain, Faktur Pajak terlambat diterima. Pengkreditan Pajak Masukan dalam Masa Pajak yang tidak sama tersebut hanya diperkenankan dilakukan pada Masa Pajak berikutnya paling lama 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya Masa Pajak yang bersangkutan. Dalam hal jangka waktu tersebut telah dilampaui, pengkreditan Pajak Masukan tersebut dapat dilakukan melalui pembetulan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai yang bersangkutan. Kedua cara pengkreditan tersebut hanya dapat dilakukan apabila Pajak Masukan yang bersangkutan belum dibebankan sebagai biaya atau tidak ditambahkan (dikapitalisasi) kepada harga perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang bersangkutan dan terhadap Pengusaha Kena Pajak belum dilakukan pemeriksaan.
 
Dengan demikian, sesuai dengan kondisi yang disampaikan maka pengkreditan PPN Masukan hanya dapat dilakukan melalui pembetulan terhadap SPT Masa PPN Masa Pajak Januari 2017.
 
Referensi
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 Tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang Dan Jasa Dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah Terakhir Dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2000
Moderator

02 Nov 2018 | 22:02


Originally posted by lyn :
tolong bisa dijelaskan maksud dari Pajak Masukan yang bersangkutan belum dibebankan sebagai biaya atau tidak ditambahkan (dikapitalisasi) kepada harga perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang bersangkutan dan terhadap Pengusaha Kena Pajak belum dilakukan pemeriksaan. ? karna saya belum paham. Terima Kasih

Pada dasarnya, perlakuan terhadap PPN Masukan dapat dikategorikan menjadi 3:
1. dikreditkan terhadap PPN Keluaran
2. tidak dikreditkan ke PPN Keluaran tetapi dibebankan/ dibiayakan
3. tidak dikreditkan ke PPN Keluaran tetapi dikapitalisasi/ ditambahkan ke HPP
Wajib Pajak pembeli hanya dapat memilih salah satu dari ketiga kategori tersebut.

Jadi, ketika WP tersebut melakukan pembetulan dengan menyisipkan PPN Masukan baru, harus dipastikan bahwa PPN Masukan itu belum pernah dibebankan/ dibiayakan atau dikapitalisasi/ ditambahkan ke HPP.
Hartanto

07 Nov 2017 | 10:05


Dear Rekan,

Terima kasih atas penjelasannya. Sangat bermanfaat.
lyn

02 Nov 2018 | 16:22


tolong bisa dijelaskan maksud dari Pajak Masukan yang bersangkutan belum dibebankan sebagai biaya atau tidak ditambahkan (dikapitalisasi) kepada harga perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang bersangkutan dan terhadap Pengusaha Kena Pajak belum dilakukan pemeriksaan. ? karna saya belum paham. Terima Kasih