FORUM

PPN atas Rokok

User / Member Content
Moderator

08 Nov 2017 | 17:12


PPN atas Rokok


  1. Definisi

 

Rokok merupakan bagian dari salah satu varian dari produk hasil olahan tembakau, sehingga pengenaan PPN-nya juga diatur dalam aturan yang mengatur PPN atas hasil tembakau.

 

Hasil Tembakau adalah Hasil Tembakau sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007, yang meliputi sigaret, cerutu, rokok daun, tembakau iris, dan hasil pengolahan tembakau lainnya, dengan tidak mengindahkan digunakan atau tidak bahan pengganti atau bahan pembantu dalam pembuatannya.

 

Selanjutnya, Pengusaha/importir  hasil tembakau didefinisikan sebagai:

    1. Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau yang selanjutnya disebut Produsen adalah orang pribadi atau badan hukum yang mengusahakan pabrik Hasil Tembakau dan memenuhi persyaratan sebagai Pengusaha Pabrik sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007.

    2. Importir Barang Kena Cukai berupa Hasil Tembakau yang selanjutnya disebut Importir adalah orang pribadi atau badan hukum yang memasukkan barang kena cukai berupa Hasil Tembakau ke dalam Daerah Pabean.

    3. Pengusaha Penyalur Hasil Tembakau yang selanjutnya disebut Pengusaha Penyalur adalah orang pribadi atau badan hukum yang menyalurkan atau menjual Hasil Tembakau, termasuk yang menjual secara eceran kepada konsumen akhir.


  1. Saat Terutang dan Penerbitan Faktur Pajak

 

Secara umum terdapat 2 (dua) bentuk penyerahan hasil tembakau yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai, antara lain:

 
  1. Penjualan Oleh Produsen/ Importir

 

Atas penjualan hasil tembakau, pemungutan PPN dikenakan satu kali pada tingkat Produsen dan/atau Importir. PPN tersebut terutang pada saat Produsen dan/atau Importir melakukan pemesanan pita cukai Hasil Tembakau. Faktur Pajak diterbitkan pada saat Produsen dan/atau Importir melakukan pemesanan pita cukai Hasil Tembakau.

 
  1. Pemberian cuma-cuma oleh Produsen/ Importir

PPN atas penyerahan Hasil Tembakau yang diberikan secara cuma-cuma terutang pada saat Produsen dan/atau Importir menyerahkan Hasil Tembakau kepada penerima barang. Faktur Pajak pada saat Produsen dan/atau Importir menyerahkan Hasil Tembakau kepada penerima barang.


  1. Penghitungan PPN Terutang

 

PPN Terutang atas penyerahan hasil tembakau oleh Pengusaha dikenakan dengan mengalikan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) dengan Tarif PPN.

 

PPN = DPP x Tarif Efektif


  1. Dasar Pengenaan Pajak

 

Dasar Pengenaan Pajak untuk menghitung Pajak Pertambahan Nilai yang terutang atas penyerahan Hasil Tembakau adalah Nilai Lain. Nilai Lain sebagaimana dimaksud adalah:

  1. Harga Jual Eceran (HJE) Hasil Tembakau untuk penyerahan Hasil Tembakau; atau

  2. Harga Jual Eceran (HJE) Hasil Tembakau untuk jenis dan merek yang sama, yang dijual untuk umum setelah dikurangi laba bruto untuk penyerahan Hasil Tembakau yang diberikan secara cuma-cuma.

 

Harga Jual Eceran (HJE) Hasil Tembakau dapat dilihat pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146/PMK.010/2017


  1. Tarif PPN

 

Besarnya tarif efektif atas penyerahan hasil tembakau ditetapkan sebesar 9,1% (sembilan koma satu persen). Tarif ini berlaku sejak 1 Januari 2017.


Referensi:

 

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 174/PMK.03/2015 Tentangtata Cara Penghitungan Dan Pemungutan Pajak Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Hasil Tembakau stdd. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 207/PMK.03/2016.