FORUM

perpajakkan

User / Member Content
Ferry

12 Dec 2017 | 14:53


Dear Moderator,

melanjutkan kasus pada https://pajakku.com/page/thread/98/penerimaan-pendapatan-komisi-dari-perusahaan-luar-negeri mengenai PPN dan PPh luar negeri.

PT B yang berada diluar negeri melakukan penjualan langsung ke PT C yang berdomisili di Indonesia. PT A hanya sebagai marketing dan mendapatkan komisi atas penjualan.

Pada saat barang diterima oleh PT C, PT C melakukan klaim akibat dari barang yang rusak. Klaim PT C dilakukan dalam bentuk rupiah. Atas klaim tersebut, PT A menalagi terlebih dahulu kerugian yang dialami PT C dengan menyetorkan uang ke PT C. PT B baru membayarkan klaim atas PT C kepada PT B bersamaan dengan komisi yang dibayarkan ke PT B dalam bentuk dollar.

Pertanyaannya :
a. jika PT B menyetorkan uang sebesar $5.000 ( $4.000 adalah komisi & $1.000 adalah penggantian) nilai manakah yang akan menjadi terutang PPN dan PPh? atau adakah terutang pajak yang lain?
b. apakah timbul terutang pajak atau sejenisnya karena pembayaran PT A ke PT C berupa rupiah sementara dari PT B ke PT A berupa dollar?
Moderator

13 Dec 2017 | 22:45


Terlebih dahulu mari kita pahami definisi reimbursement.

Sesuai S-1047/PJ.322/2004, butir 3 huruf a:
Dalam hal penggantian terdapat suatu jumlah yang ditagih oleh Pengusaha jasa yang berasal dari tagihan pihak ke tiga yang dokumennya langsung atas nama penerima jasa, maka jumlah tersebut tidak merupakan penggantian yang jadi dasar pengenaan pajak [DPP PPN], karena dianggap sebagai reimbursement.
 
Pada dasarnya, transaksi reimbursement adalah transaksi utang-piutang antara pihak yang melakukan reimbursement (perantara) dengan pihak yang membayarkan reimbursement. Untuk memenuhi definisi reimbursement, seluruh tagihan harus ditujukan atas nama pihak yang membayarkan reimbursement, bukan pihak perantara. Dalam kasus ini PT C menerbitkan tagihan klaim harus langsung atas nama PT A agar prosedur ini dapat dikategorikan reimbursement.

Jawaban 1:

Dalam hal transaksi antara PT B dan PT A memenuhi definisi reimbursement maka:
1. Pajak Penghasilan (PPh)
Yang menjadi peredaran bruto PT A adalah sebesar nilai Marketing Fee yang dibayarkan oleh PT B. Nilai reimbursement tersebut bukan merupakan peredaran bruto. Dalam kasus ini peredaran brutonya adalah $4.000.
 
2. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Seperti yang dijelaskan pada surat di atas, reimbursement bukan merupakan Dasar Penagihan Pajak PPN. Dengan demikian tidak terutang PPN. Dalam kasus ini, yang menjadi DPP PPN-nya adalah $4.000.
 
3. Pajak Lain: tidak ada.
 
Jawaban 2:
Dalam hal timbul selisih kurs sebagai akibat perbedaan kurs pada saat PT A membayar PT C dan pada saat PT A menerima pembayaran dari PT B, maka keuntungan (kerugian) kurs tersebut menjadi penghasilan (biaya) lain-lain bagi PT A.
 
Catatan:
Definisi reimbursement sangat sentral dalam kasus ini; sehingga, agar memenuhi definisi reimbursement, maka dokumentasi transaksi harus sesuai ketentuan di atas.

Referensi:
S-1047/PJ.322/2004 tentang Penjelasan Pengertian Penggantian Dan Reimbursement.
Moderator

13 Dec 2017 | 22:48


Koreksi:
(Paragraf 2, kalimat terakhir)
Dalam kasus ini PT C menerbitkan tagihan klaim harus langsung atas nama PT B (Luar Negeri) agar prosedur ini dapat dikategorikan reimbursement.