FORUM

Pos Neraca

User / Member Content
MICHAEL-NG

20 Apr 2018 | 11:25


Dear Moderator yang saya hormati,
Saya mau bertanya bila wajib pajak badan mengikuti tax amnesty dan dengan posisi lebih bayar di tahun 2015 sebesar Rp. 100 Juta ( Pajak Dibayar Dimuka ), maka diwajibkan untuk menghilangkan lebih bayar tersebut menjadi 0.
Yang menjadi pertanyaan saya apa lawan dari Pajak Dibayar Dimuka tersebut di dalam Pos Neraca pembukuan.

Terima Kasih atas perhatiannya. 
Moderator

21 Apr 2018 | 07:41


Sampai dengan saat dengan ini, tidak ada aturan spesifik yang mengatur tersebut.
Akan tetapi, Wajib Pajak dapat mengacu pada Penjelasan Pasal 28 ayat (7) UU KUP, yaitu: "... Pembukuan harus diselenggarakan dengan cara atau sistem yang lazim dipakai di Indonesia, misalnya berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan, kecuali peraturan perundang-undang perpajakan menentukan lain."
 
Dalam hal ini, pembukuan penghapusan Piutang Pajak (Uang Muka Pajak/ Pajak Dibayar di Muka/ Kredit Pajak) dilakukan sesuai dengan PSAK yang mengatur tentang Penghapusan Piutang Tak Tertagih. Jurnal entrynya adalah sebagai berikut:
 
Beban Piutang Tak Tertagih
             Piutang Pajak/ Uang Muka Pajak/ Pajak Dibayar di Muka/ Kredit Pajak
 
Namun, perlu diperhatikan, karena pada subtansinya Beban Piutang Tak Tertagih berupa Piutang Pajak tersebut merupakan bagian dari "sanksi ataupun PPh Final yang dikenakan kepada peserta Amnesti Pajak", maka sesuai Pasal 6 ayat (1) angka 9 jo Pasal 9 ayat (1) huruf h dan k UU PPh, beban tersebut tidak dapat dikurangkan dalam penghitungan Penghasilan Neto Fiskal, atau dengan kata lain dilakukan koreksi Fiskal Positif.
Moderator

25 Apr 2018 | 08:43


Berikut adalah jurnal yang seharusnya dilakukan di tahun 2016

Penghapusan PPN LB kompensasi dari Masa Desember 2015
Beban Piutang Tak Tertagih        Dr. 100 juta
        Piutang Pajak/ Uang Muka Pajak/ Pajak Dibayar di Muka/ Kredit Pajak        Cr. 100 juta

Nah, karena pembukuan tahun 2016 sudah ditutup, dan WP tidak membukukan jurnal di atas sebelumnya, maka diperlukan jurnal penyesuaian sebagai berikut:
Laba Ditahan        Dr. 100 juta
        Piutang Pajak/ Uang Muka Pajak/ Pajak Dibayar di Muka/ Kredit Pajak        Cr. 100 juta

____________________

Di tahun 2018 WP membayar Rp 100 juta sebagai akibat pembetulan SPT Masa Januari 2016 (dengan menghapuskan kompensasi LB dari Masa Desember 2015). WP menjadi berhak atas Piutang Pajak yang dibawa dari Desemeber 2015 karena telah membayar PPN akibat pembetulan masa Januari Rp 100 juta. Dengan demikian jurnalnya:

Pengakuan PPN dibayar dimuka akibat Pembetulan SPT Masa Januari 2016
Piutang Pajak/ Uang Muka Pajak/ Pajak Dibayar di Muka/ Kredit Pajak        Dr. 100 juta
        Kas        Cr. 100 juta

____________________

Jawaban atas pertanyaan:

Apakah SPT PPh Tahunan Pasal 29 Badan Tahun 2016 harus dilakukan pembetulan ? dan apa jurnal nya untuk itu ?
Silahkan berkonsultasi dengan AR Saudara, karena memang ada pembetulan tetapi sangat minor yaitu mengoreksi saldo:
Piutang Pajak/ Uang Muka Pajak/ Pajak Dibayar di Muka/ Kredit Pajak negatif Rp 100 juta
Laba Ditahan negatif Rp 100 juta

Jurnalnya:
Laba Ditahan        Dr. 100 juta
        Piutang Pajak/ Uang Muka Pajak/ Pajak Dibayar di Muka/ Kredit Pajak        Cr. 100 juta


Apakah hanya melakukan jurnal seperti yang di atas pada tahun 2018
Beban Piutang Tak Tertagih
        Piutang Pajak/ Uang Muka Pajak/ Pajak Dibayar Dimuka/ Kredit Pajak
dan lalu melakukan koreksi Fiskal Positif di SPT PPh Tahunan Pasal 29 Badan Tahun 2018 ?

Dengan asumsi bahwa sudah melakukan jurnal sebagai berikut:
Laba Ditahan        Dr. 100 juta
        Piutang Pajak/ Uang Muka Pajak/ Pajak Dibayar di Muka/ Kredit Pajak        Cr. 100 juta
maka tidak perlu lagi melakukan jurnal:
Beban Piutang Tak Tertagih
        Piutang Pajak/ Uang Muka Pajak/ Pajak Dibayar Dimuka/ Kredit Pajak
di tahun 2018. Jurnal Beban Piutang Tak Tertagih hanya dapat dilakukan pada tahun berjalan saat beban tersebut terjadi. Nyatanya, WP sudah terlanjur tutup buku, maka jurnal penyesesuaian hanya dapat dilakukan terhadap Laba Ditahan.

Apakah WP melakukan koreksi fiskal positif di 2018? tidak perlu, karena pada 2018 WP tidak ada membukukan Beban Piutang Tak Tertagih.




 
MICHAEL-NG

24 Apr 2018 | 10:37


Dear Moderator yang saya hormati,
Maaf sebelumnya, kejadiannya seperti ini : pada saat mengikuti Tax Amnesty bulan September 2016 saya lupa menghapuskan Pajak Dibayar Dimuka ( Lebih bayar PPN tahun 2015 ) sebesar Rp. 100 Juta , pada tahun 2018 saya baru diinfokan dan diberitahukan oleh KPP setempat bahwa E-SPT PPN Masa Januari 2016 ada kesalahan karena saya tidak menghapus Pajak Dibayar Dimuka tersebut. Oleh karena  saya segera melakukan pembetulan E-SPT PPN Masa Januari 2016 dengan menyetorkan ke Kas Negara sebesar Rp. 100 juta, jadi yang sudah saya lakukan adalah :
-  Penyetoran Ke Kas Negara sudah dilakukan;
-  Pembetulan E-SPT PPN Masa Januari 2016 sudah dilakukan dan sudah didapat Bukti Penerimaan Elektronik.

Sekarang apa yang harus saya lakukan :
-  Apakah SPT PPh Tahunan Pasal 29 Badan Tahun 2016 harus dilakukan pembetulan ? dan apa jurnal nya untuk itu ?
-  Apakah hanya melakukan jurnal seperti yang di atas pada tahun 2018                   Beban Piutang Tak Tertagih
                                                                                                                                                    Piutang Pajak/ Uang Muka Pajak/ Pajak Dibayar Dimuka/ Kredit Pajak
   dan lalu melakukan koreksi Fiskal Positif di SPT PPh Tahunan Pasal 29 Badan Tahun 2018 ?

Atas perhatiannya dan penjelasannya saya ucapkan banyak terima kasih.