FORUM

bagaimana status pelaporan kalau kita sudah bekerja di luar negeri

User / Member Content
agung wiwik

18 Jan 2019 | 15:32


Selamat sore,

saya mohon pencerahan mengenai pajak penghasilan

awalnya adik saya buat npwp pada th 2014 krn dia buat usaha , ternyata baru berjalan 4 bulan sudah bangrut dan akhirnya bubar,
sehingga adik saya kerja di luar negeri sampai saat ini,

nah selama th 2015 sampai skr tdk pernah melaporkan spt tahunan

apakah perlu melaporkan penghasilan yg diluar negeri itu di dalam negeri?

terima kasih.

 
Moderator

21 Jan 2019 | 08:06


 

Sesuai dengan Pasal 40 ayat (1) PER-20/PJ/2013 stdtd. PE -02/PJ/2018:

Wajib Pajak dapat ditetapkan sebagai Wajib Pajak non efektif sehingga dikecualikan dari pengawasan rutin oleh KPP apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. Wajib Pajak orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas tetapi secara nyata tidak lagi menjalankan kegiatan usaha atau tidak lagi melakukan pekerjaan bebas;
  2. Wajib Pajak orang pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas dan penghasilannya di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak;
  3. Wajib Pajak orang pribadi yang bertempat tinggal atau berada di luar negeri lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan dan tidak bermaksud meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya;
  4. Wajib Pajak yang mengajukan permohonan penghapusan dan belum diterbitkan keputusan;atau
  5. Wajib Pajak yang tidak lagi memenuhi persyaratan subjektif dan/atau objektif tetapi belum dilakukan penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak

Sesuai dengan kondisi yang disampaikan, Wajib Pajak masih berstatus aktif karena belum mengajukan permohonan atau ditetapkan sebagai Wajib Pajak Non Efektif dengan demikian masih memiliki kewajiban pelaporan SPT Tahunan.

 

Sesuai dengan Pasal 8 ayat (2) PER-43/PJ/2011:

Orang pribadi Warga Negara Indonesia yang berada di luar negeri dianggap tidak bertempat tinggal di Indonesia apabila bertempat tinggal tetap di luar negeri yang dibuktikan dengan salah satu dokumen tanda pengenal resmi yang masih berlaku sebagai penduduk di luar negeri, yaitu:

  1. Green Card,
  2. identity card,
  3. student card,
  4. pengesahan alamat di luar negeri pada paspor oleh Kantor Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri,
  5. surat keterangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia atau Kantor Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, atau
  6. tertulis resmi di paspor oleh Kantor Imigrasi Negara setempat.

 

Selanjutnya pada Pasal 12 diatur bahwa:

  1. Orang pribadi yang merupakan Warga Negara Indonesia yang bekerja di luar negeri lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan merupakan subjek pajak luar negeri.
  2. Orang pribadi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tetap merupakan subjek pajak dalam negeri apabila tidak memiliki atau tidak dapat menunjukkan salah satu dokumen tanda pengenal resmi yang masih berlaku sebagai penduduk di luar negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (2).
  3. Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sehubungan dengan pekerjaannya di luar Indonesia dan penghasilannya bersumber dari luar Indonesia, tidak dikenai Pajak Penghasilan di Indonesia.

 

Sesuai dengan ketentuan di atas, Orang Pribadi sebagaimana dijelaskan dalam pertanyaan dapat dikategorikan sebagai Subjek Pajak Luar Negeri. Atas penghasilannya yang diperoleh dari Luar Negeri tidak dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) di Indonesia. Namun demikian, karena Orang Pribadi tersebut belum pernah mengajukan permohonan atau ditetapkan sebagai WP Non Efektif, maka kewajiban pelaporan perpajakannya masih melekat. Untuk itu, Orang Pribadi tersebut tetap wajib melaporkan SPT Tahunan atas tahun-tahun pajak sebelumnya, dan dapat segera mengajukan permohonan penetapan sebagai Wajib Pajak Non Efektif.