FORUM

Pendapatan LN hasil bekerja < 183 Hari tanpa Potongan Pajak dari pemberi Kerja

User / Member Content
EI

20 Mar 2019 | 23:22


Yth. Team Pajakku.
Selama ini sebagai pekerja lepas, saya melakukan kewajiban bayar Pajak Dalam Negeri melalui SPT 1770-S, dengan melampirkan bukti Potong Pajak PPH21.
Selama beberapa tahun kedepan, saya ada kesempatan untuk bekerja di LN dgn estimasi lama bekerja 140 s/d 155 hari sepanjang Jan-Des (atau periode 12 bulan/1 Tahun).
Pendapatan yang akan saya terima adalah Bruto (tanpa dipotong pajak oleh agen pekerja LN).   Total pendapatan selama 140-155 hari bekerja di LN tersebut > 60Juta.
Sepanjang sisa hari dari 12 bulan dikurang 155 hari tersebut, saya mengantispasi tidak ada penghasilan lain.
Jadi penghasilan saya hanya dari pendapatan LN yang tidak dipotong pajak tersebut (dan tentunya tanpa ada bukti potongan pajak)

Pertanyaan saya:
a)  Apakah saya harus tetap membayar Pajak?, sedangkan saya tidak punya Bukti Potong pajak dari pekerjaan tersebut.
b)  Bila "Ya" - berapa persen Tarif Potongan Pajak yang akan digunakan dalam perhitungan saya?
c)  Bila "Ya" - apakah Formulir Pajak yang harus saya gunakan?
d)  Bagaimana saya harus menghitung pajak untuk kondisi kerja di LN <183 Hari dan tanpa adanya penghasilan lain yang memberikan SPT PPh21.

Mohon penjelasan, agar saya tetap dapat sebagai WNI Yang Taat Aturan Pajak.
Salam,  EI=

 
Moderator

21 Mar 2019 | 19:57


a. Ya, Saudara tetap harus membayar Pajak di Indonesia. Karena jangka waktu di luar negeri kurang dari 183 hari dalam rentang waktu 12 bulan maka Saudara masih menjadi Subjek Pajak Dalam Negeri. Sesuai dengan UU PPh, kewajiban perpajakan  bagi Subjek Pajak Dalam Negeri mencakup "world-wide income" yang maksudnya adalah seluruh penghasilan yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

b. Perpajakan di Indonesia menganut mekanisme self-assessment yang artinya bahwa Wajib Pajak menghitung sendiri pajaknya. Dalam kasus ini, Saudara Wajib Pajak wajib menghitung sendiri pajaknya dengan cara menghitung seluruh penghasilan bruto dikurangi dengan biaya jabatan maupu Penghasilan Tidak Kena Pajak selanjutnya dikalikan dengan tarif PPh Orang Pribadi (Progresif dengan tarif 5%, 15%, 25% dan 30%). Bagi Wajib Pajak Dalam Negeri yang merupakan karyawan di Dalam Negeri, PPh terutang tersebut sudah dipotong dari penghasilan yang diterima sehingga menjadi kredit pajak di akhir tahun dan menghasilkan PPh yang Kurang Bayar di SPT Tahunan PPh Orang Pribadinya menjadi nihil. Berhubung Saudara Wajib Pajak bekerja di Luar Negeri dan tidak ada Potongan PPh, maka PPh terutang tersebut harus dibayar sendiri oleh Wajib Pajak di akhir tahun.

c. Formulir yang digunakan adalah 1770S.

d. Berikut ringkasan penghitungan PPh Orang Priadi sesuai dengan informasi di atas:

+ Penghasilan Bruto
- Biaya Jabatan
____________________________
= Penghasilan Neto Fiskal
- PTKP
____________________________
= Penghasilan Kena Pajak (PKP)
x Tarif PPh (Progresif dengan tarif 5%, 15%, 25% dan 30%)
____________________________
= PPh Terutang
- Kredit Pajak (dalam kasus ini = 0 karena tidak ada potongan PPh di LN)
____________________________
= PPh yang Kurang Bayar*

*PPh ini disetorkan ke Kas Negara dengan kode setoran 411125-200.