FORUM

PPN Atas Kegiatan Membangun Sendiri

User / Member Content
Suprianto

12 Sep 2017 | 14:43


Dear Pajakku :

1. Apakah renovasi berupa penambahan pagar/ pintu/ sekat pada bangunan (tanpa menambah luas bangunan), termasuk pada KMS yang terutang PPN?
2. Pada 163/PMK.03/2012 pasal 2 ayat 4, ada 3 kriteria KMS yang terutang PPN, apakah ke-3 kriteria ini harus terpenuhi seluruhnya, sehingga KMS terutang Pajak Pertambahan Nilai? 
3. Pada 163/PMK.03/2012 pasal 2 ayat 4 point "c. luas keseluruhan paling sedikit 200m2 (dua ratus meter persegi)." . Apakah yang dimaksudkan disini adalah luas bangunan yang akan dibangun (Cth: Luas Bangunan sebelumnya 300m2, kemudian diadakan renovasi (pembangunan sehingga luas bangunan menjadi 600m2.)?

Mohon pencerahannya

Terimakasih
Moderator

12 Sep 2017 | 17:56


Sesuai Pasal 2 ayat (3) dan (4) PMK Nomor 163/PMK.03/2012:
Kegiatan membangun sendiri adalah kegiatan membangun bangunan yang dilakukan tidak dalam kegiatan usaha atau pekerjaan oleh orang pribadi atau badan yang hasilnya digunakan sendiri atau digunakan pihak lain.
 
Bangunan berupa satu atau lebih konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada satu kesatuan tanah dan/atau perairan dengan kriteria:
  1. konstruksi utamanya terdiri dari kayu, beton, pasangan batu bata atau bahan sejenis, dan/atau baja;
  2. diperuntukkan bagi tempat tinggal atau tempat kegiatan usaha; dan
  3. luas keseluruhan paling sedikit 200m2 (dua ratus meter persegi).
 
Menjawab pertanyaan di atas:
  1. Renovasi berupa penambahan pagar/ pintu/ sekat pada bangunan (tanpa menambah luas bangunan) tidak memenuhi definisi bangunan sebagaimana diatur dalam ayat (4) khususnya terkait luasan bangunan
 
  1. Sesuai dengan kaidah perumusan aturan hukum, sifat kumulatif mengunakan kata “dan”, sifat alternatif menggunakan kata “atau”, dan sifat kumulatif sekaligus alternatif menggunakan kata” dan atau”. Dengan demikian, Persyaratan pada Pasal 2 ayat (4) merupakan syarat kumulatif (harus dipenuhi semuanya)
 
  1. PPN KMS adalah PPN yang terutang atas kegiatan membangun (Pasal 2 ayat (3)) bangunan dengan kriteria bangunan sebagaimana diatur pada Pasal 2 ayat (4). Sehingga, PPN KMS dikenakan atas hanya atas bangunan yang baru dibangun.
 
Namun perlu diperhatikan bahwa dalam Pasal 4 ayat (2) diatur bahwa Kegiatan membangun sendiri yang dilakukan secara bertahap dianggap merupakan satu kesatuan kegiatan sepanjang tenggang waktu antara tahapan-tahapan tersebut tidak lebih dari 2 (dua) tahun. Artinya, perlu dipastikan bahwa pembangunan penambahan pagar/ pintu/ sekat pada bangunan bukan merupakan bagian dari kesatuan tahapan pembangunan dalam kurun waktu 2 (dua) tahun.
Suprianto

13 Sep 2017 | 10:53


Dear Moderator,

Dengan asumsi PT B, melakukan kegiatan membangun yang memenuhi kriteria Pasal 2 ayat (3) dan (4) PMK Nomor 163/PMK.03/2012.
1. PT B telah melakukan Tax Amnesty dan melaporkan seluruh hartanya (termasuk bangunan hasil KMS)pada tahun 2016 kemarin. Apakah PPN KMS tersebut masih menjadi terutang secara peraturan?


Terimakasih
Suprianto

13 Sep 2017 | 11:05


Dear Moderator,

Dengan asumsi PT B, melakukan kegiatan membangun yang memenuhi kriteria Pasal 2 ayat (3) dan (4) PMK Nomor 163/PMK.03/2012 yang telah diselesaikan pembangunan pada tahun 2015, namun belum menyetorkan dan melaporkan PPN KMS.
1. PT B telah melakukan Tax Amnesty dan melaporkan seluruh hartanya (termasuk bangunan hasil KMS)pada tahun 2016 kemarin. Apakah PPN KMS tersebut masih menjadi terutang secara peraturan?

Mohon pencerahannya

Terimakasih