FORUM

Penyetoran Modal berupa Aset

User / Member Content
Ferry

23 Oct 2017 | 11:55


Dear Pajakku,

PT A membeli sebuah mesin dengan harga Rp. 50.000.000 pada bulan Mei 2017. PT A memiliki 33% dari total saham pada PT B.
Pertanyaan
- Apakah mesin tersebut dapat disetorkan sebagai modal kepada PT. B? 
- Jika mesin tersebut dapat disetorkan sebagai modal di PT B, apakah PT B mengakui nilai perolehannya (50 juta) sebagai nilai modal yang disetorkan?

Terima kasih
Moderator

23 Oct 2017 | 23:18


Pada dasarnya, aturan perpajakan tidak membatasi bentuk transaksi yang dilakukan oleh Wajib Pajak. Aturan hanya membatasi atau mengatur bagaimana cara memperlakukan transaksi tersebut untuk tujuan penghitungan Pajak.

 

Dalam hal ini, tentu saja harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai pengganti saham atau sebagai pengganti penyertaan modal diperbolehkan secara fiskal.

 

Hal ini dipertegas dengan Penjelasan Pasal 10 ayat (5) UU PPh:

"Penyertaan Wajib Pajak dalam permodalan suatu badan dapat dipenuhi dengan setoran tunai atau pengalihan harta."


Bagaimana perlakuan fiskalnya?

 

Sesuai dengan Pasal 10 ayat (5) UU PPh:

"Apabila terjadi pengalihan harta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf c [harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf b sebagai pengganti saham atau sebagai pengganti penyertaan modal], maka dasar penilaian harta bagi badan yang menerima pengalihan sama dengan nilai pasar dari harta tersebut."


Dengan demikian, apabila terjadi transaksi sebagaimana disampaikan di atas, maka nilai pengalihan adalah senilai pasar dari harta tersebut.

 

Contoh:

Nilai perolehan mesin                Rp 50.000.000

- Akumulasi Depresiasi                (Rp 1.000.000)

= Nilai Buku Aktiva Tetap            Rp 49.000.000

Nilai Pasar Aktiva Tetap            Rp 52.000.000

Nilai Par Saham yang disetorkan        Rp 40.000.000

 

Maka PT yang menyetorkan modal membukukan transaksi sebagai berikut:

 

Akumulasi Depresiasi                Rp 1.000.0000

Investasi                     Rp 52.000.000

        Aktiva Tetap                     Rp 50.000.000

        Keuntungan Karena Pengaliahan AT        Rp 3.000.000

 

Sedangkan PT yang menerima setoran modal membukukan transaksi sebagai berikut:

 

Aktiva Tetap                    Rp 52.000.000

        Modal Disetor                     Rp 40.000.000

        Agio Saham                     Rp 12.000.000

 

Contoh lainnya dapat dilihat pada Penjelasan Pasal 10 ayat (5) UU PPh.

 

Referensi:

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan Sebagaimana Telah Beberapa Kali Diubah Terakhir Dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2008