Dalam rangka ambisi untuk menggenjot perekonomian di Filipina, Ketua The House of Representatives of the Philippines (Dewan Perwakilan Rakyat/DPR) Filipina Martin Romualdez meminta agar otoritas pajak (Bureau of Internal Revenue/BIR) meningkatkan pendapatan negara guna mendanai berbagai agenda pembangunan. Romualdez menekankan bahwa penerimaan pajak yang tinggi sangat diperlukan untuk memungkinkan pemerintah meningkatkan pengeluaran dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Menurut Romualdez, penerimaan pajak tahun ini harus lebih baik dibandingkan tahun lalu yang mengalami pertumbuhan sebesar 17%.
Romualdez menjelaskan bahwa jika penerimaan BIR hanya tumbuh sebesar 17% dari realisasi tahun lalu, maka BIR tidak akan mencapai target penerimaan yang telah ditetapkan sebesar PHP3,05 triliun (sekitar Rp846,39 triliun). Romualdez mencatat bahwa kinerja penerimaan pajak pada tahun 2023 bisa menjadi dasar yang kuat untuk mencapai target yang lebih tinggi di tahun 2024. Target penerimaan pajak untuk tahun 2024 dipatok pada PHP3,05 triliun, yang berarti harus tumbuh 21% dari realisasi tahun lalu yang sebesar PHP2,51 triliun.
Pajak sendiri berkontribusi sebesar 70,9% dari total target pendapatan negara yang mencapai PHP4,3 triliun tahun ini. Pada kuartal pertama 2024, BIR sudah berhasil mengumpulkan PHP591,8 miliar, meningkat 17,1% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar PHP505,2 miliar.
Romualdez menegaskan bahwa DPR telah memberikan dukungan penuh kepada BIR untuk mengoptimalkan penerimaan pajak. Salah satu upaya terbaru adalah pengesahan Undang-Undang Kemudahan Membayar Pajak yang bertujuan untuk memodernisasi serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas administrasi perpajakan. UU ini sudah mulai diberlakukan tahun ini dan diharapkan dapat mendorong digitalisasi atas sebagian besar transaksi BIR serta meningkatkan kepatuhan sukarela wajib pajak.
Baca juga: Sah! Negara Bisa Beri Bantuan Penagihan Pajak Lewat Revisi Perpres Terbaru
Undang-Undang Kemudahan Membayar Pajak juga bertujuan untuk memperluas basis wajib pajak dengan membuat mekanisme pendaftaran menjadi lebih sederhana, nyaman, dan yang paling penting, gratis. Menurut Romualdez, undang-undang ini akan memudahkan proses administrasi perpajakan dan mendorong lebih banyak masyarakat untuk menjadi wajib pajak yang patuh.
Romualdez juga menyoroti pentingnya belanja pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, pada kuartal pertama 2024, belanja pemerintah hanya tumbuh sebesar 1,7%. Oleh karena itu, ia berharap bahwa dengan peningkatan penerimaan pajak, belanja pemerintah bisa lebih dipacu untuk mendukung berbagai program pembangunan. Ia yakin bahwa jika BIR mampu mengumpulkan penerimaan dengan lebih cepat, pemerintah bisa segera merealisasikan berbagai pengeluaran yang telah direncanakan.
Dalam konteks ini, penting bagi BIR untuk tidak hanya mencapai tetapi juga melampaui target penerimaan pajak guna memastikan bahwa pendanaan untuk berbagai program pembangunan dapat terpenuhi. Dengan demikian, optimalisasi penerimaan pajak tidak hanya akan meningkatkan kapasitas fiskal pemerintah tetapi juga memperkuat perekonomian secara keseluruhan.
Pada akhirnya, langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengumpulan pajak, memperluas basis wajib pajak, dan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas dalam administrasi perpajakan di Filipina. Semua upaya ini bertujuan untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di negara tersebut.













