Pernahkan anda membayangkan apabila terdapat aplikasi yang dapat dikembangkan tanpa membuat setiap komponennya dari awal? Hal ini tentunya semakin mempermudah proses pengembangan aplikasi menjadi lebih cepat dan efisien.
Hal ini mampu terwujud melalui sebuah sistem yang dinamakan Application Programming Interface (API). Application Programming Interface (API) merupakan interface yang digunakan untuk menghubungkan satu aplikasi dengan aplikasi lainnya. API memiliki peran sebagai perantara aplikasi-aplikasi berbeda, baik dari platform yang sama maupun lintas platform.
Integrasi API antar sistem sangat wajar dilakukan oleh perusahaan-perusaahan teknologi ketika hendak mengembangkan produk/fitur teknologinya. Bahkan perusahaan besar seperti Google dan Facebook sendiri sering melakukan integrasi API dengan pihak ketiga.
API dapat dimanfaatkan untuk komunikasi dengan developer menggunakan berbagai jenis bahasa pemrograman yang variatif, sehingga developer tidak perlu menyediakan sendiri datanya, melainkan hanya dengan mengambil data tersebut melalui API.
4 Jenis API Berdasarkan Hak Aksesnya
1. Public API
Public API adalah jenis API yang dapat digunakan oleh siapapun tanpa pembatasan penggunaannya dan merupakan API yang paling mudah digunakan. Cukup dengan mendaftar pada platform tersebut anda bisa mengakses data dan informasinya, contohnya yaitu API untuk Google Maps dan data Covid Indonesia.
2. Private API
Private API adalah kebalikan dari Public API, dimana API ini penggunaannya tidak terbuka secara umum dan dibatasi. Penggunaan API ini digunakan dalam ruang lingkup yang kecil. Contoh dari jenis ini adalah API yang biasa digunakan untuk mengembangkan aplikasi mobile.
3. Partner API
Partner API mirip dengan Publik API, namun pihak yang dapat menggunakan interface ini adalah user yang sudah memiliki izin untuk menggunakannya. Anda perlu untuk mendaftar atau membuat perjanjian terlebih dulu untuk dapat menggunakan API terkait di aplikasi tertentu sesuai perjanjian.
4. Composite API
Composite API merupakan API yang berfungsi untuk menyimpan data dari beberapa server di satu tempat. Dengan memiliki hak akses ini, tentunya akan menghemat waktu bagi pengguna karena berbagai jenis data dapat diperoleh hanya dengan sekali akses.
Fungsi API dalam Pengembangan Website atau Aplikasi
1. Meringankan beban server
Dengan menggunakan API, maka cukup meminta API untuk memperoleh data yang dibutuhkan dari server asal tanpa perlu mencari dan menyimpan seluruh data pada sebuah server. Maka dari itu, server tersebut tidak akan terbebani dan mengurangi resiko server down.
2. Mengembangkan aplikasi dengan lebih efisien
Dengan API, anda tidak perlu melakukan komunikasi dengan aplikasi lain, cukup menggunakan API, komunikasi tersebut akan terjalin dengan baik. API akan membantu pembangunan aplikasi terutama apabila anda ingin membangun aplikasi lintas platform dengan berbagai layanan sekaligus.
3. Membuat aplikasi yang fungsional
Dengan menggunakan API, akan mempermudah untuk membuat aplikasi yang fungsional dan kompleks. Misalnya aplikasi gojek, sebagai aplikasi transportasi membutuhkan peran peta. Namun gojek tidak perlu mengembangkan peta sendiri, melainkan dengan API, aplikasi tersebut cukup mengambil data dari Google Maps.
API Pajakku
Produk-produk Pajakku sendiri memiliki format API yang dapat diintegrasikan dengan sistem lain seperti ERP, POS, SCM, hingga e-commerce. Dengan API ini, perusahaan dapat melakukan kustomisasi aplikasi perpajakan sesuai dengan kebutuhan, baik untuk penggunaan internal maupun sebagai fitur/produk tambahan.
API Pajakku sendiri terintegrasi secara langsung dengan instansi-instansi pemerintah terkait seperti Dukcapil, DJP, dan Dirjen Perbendaharaan Negara, sehingga user tidak perlu melakukan proses manual untuk pelaporan dan pembayaran pajak. Semua sudah terintegrasi secara otomatis.
Apabila anda tertarik untuk memperluas pasar anda, silahkan hubungi partnership@pajakku.com untuk informasi lebih lanjut.








