Bulan Ramadan adalah bulan suci bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Bulan ini merupakan waktu di mana umat Islam berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari sebagai bagian dari ibadah mereka. Selain aspek keagamaan, Ramadan juga memiliki dampak yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi. Salah satunya bagi industri perbankan syariah. Beberapa bank syariah menjadikan momentum Ramadan untuk meningkatkan bisnis syariah mereka melalui pembiayan konsumen.
Direktur BCA Syariah, Pranata, menuturkan meskipun Ramadan baru berjalan beberapa hari, pihaknya sudah melihat kebutuhan pembiayaan untu konsumsi terus menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat di awal tahun. Hal ini ditunjukkan dalam portfolio pembiayan konsumer BCA Syariah di Februari 2024 yang bertumbuh sebesar 101,7% year on year (secara tahuan) atau senilai Rp916 miliar.
Menurut Pranata, pembiayaan konsumer untuk kepemilikan kendaraan, rumah dan emas menjadi pembiayaan yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi di BCA Syariah. Hingga Desember 2023 pembiayaan di sektor tersebut mencapai Rp821 miliar atau meningkat 95,3% secara year on year.
Baca juga: Apa Itu Pinjaman Tanpa Bunga Syariah?
Selain itu, pembiayaan di sektor komersial dan UMKM juga menunjukkan tren yang positif. Di Ramadan ini, BCA Syariah mendoorng pembiayaan konsumsi melalui pembiayaan emas. Hal ini juga sangat erat dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang berburu emas menjelang Idul Fitri. BCA Syariah juga ikut melakukan edukasi kepada nasabah untuk bijak mengatur keuangan dan menyisihkan sebagian pendapatan untuk diinvestasikan, salah satunya dengan investasi di instrumen emas.
Senada dengan BCA Syariah, Direktur Syariah CIMB Niaga Syariah Pandji P. Djajanegara juga memperkirakan pembiayaan syariah pada momen Ramadan tahun ini akan meningkat. Pandji memperkirakan aka nada sedikit kenaikan di pembiayaan mobil dan kenaikan yang cukup besar di pembiayaan personal dan kartu kredit.
Pandji melihat adanya pola yang berulang dari masyarakat yang menunjukkan adanya kenaikan tren pembiayaan pada momen Ramadan dan Lebaran. Pihaknya memberikan program khusus yang hanya berlaku selama Ramadan untuk meningkatkan pembiayaan pada momentum Ramadan kali ini.
Sama dengan BCA Syariah dan CIMB Niaga Syariah, Direktur Unit Usaha Syariah Permata Bank Herwin Bustaman juga menuturkan pembiayaan syariah Permata Bank terus bertumbuh di 2024 yang diperkuat dengan momentum Ramadan. Pertumbuhan Pembiayaan syariah Permata Bank pada akhir 2023 mencapai 32,7% atau senilai Rp25,17 triliun.
Baca juga: Pembiayaan Sektor Buy Now Pay Later (BNPL) Diprediksi Meningkat Saat Ramadan
Realita di masyarakat menunjukkan adanya kenaikan konsumsi pada bulan Ramadan. Kenaikan konsumsi ini dapat disebabkan beberapa faktor, antara lain:
- Aspek Keagamaan
Ramadan merupakan bulan di mana umat Islam meningkatkan aktivitas ibadah dan spiritual, termasuk memperbanyak ibadah, menghadiri kegiatan keagamaan di masjid, dan membaca Al-Quran. Selama bulan Ramadan, masyarakat Indonesia cenderung lebih memperhatikan nilai-nilai kebersamaan, solidaritas, dan kedermawanan. Hal ini tercermin dalam meningkatnya kegiatan berbagi dan memberi sedekah, yang sering kali berupa pemberian makanan kepada yang membutuhkan.
- Aspek Budaya
Di Indonesia, terdapat tradisi untuk menyajikan hidangan istimewa saat berbuka puasa dan santap sahur. Restoran dan warung makan seringkali menawarkan paket-paket spesial untuk berbuka puasa yang menarik minat masyarakat. Selain itu, ada juga tradisi memasak makanan khas Ramadan di rumah. Aktivitas ini tentu saja mendorong peningkatan konsumsi bahan makanan dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
- Aspek Ekonomi
Bulan Ramadan menjadi momentum penting bagi sektor perdagangan dan industri di Indonesia. Pelaku usaha seringkali melihat bulan Ramadan sebagai peluang untuk meningkatkan penjualan mereka. Mereka mengadakan berbagai promosi, diskon, dan penawaran khusus untuk menarik pelanggan selama bulan yang penuh berkah ini. Berbagai produk, mulai dari pakaian, kosmetik, peralatan rumah tangga, hingga elektronik, seringkali memiliki peningkatan penjualan selama Ramadan.
- Perubahan Pola Konsumsi
Selama bulan Ramadan, waktu belanja dan berbelanja cenderung berubah. Sebagian besar masyarakat Indonesia akan berbelanja kebutuhan bulanan mereka lebih awal dan lebih intensif menjelang Ramadan, untuk mempersiapkan berbagai keperluan selama bulan suci ini. Ini dapat menyebabkan lonjakan konsumsi pada bulan-bulan sebelum Ramadan dimulai.












