Kepatuhan pajak merupakan isu yang menjadi momok bagi setiap negara. Indonesia sendiri, meskipun tahun lalu mengalami kenaikan rasio kepatuhan pajak namun angka masih bekisar di 70%. Hal ini sungguh disayangkan mengingat pajak sendiri merupakan penerimaan negara yang paling vital.
Negara-negara Nordik sendiri dikenal sebagai negara dengan pajak penghasilan terbesar, kecuali Swedia. Meskipun begitu, negara-negara ini memiliki kapasitas yang mumpuni dalam mendorong kepatuhan pajak masyarakatnya. Finlandia sendiri sebagai salah satu negara Nordik menetapkan pajak penghasilan orang pribadi sebesar maksimal 56%.
Masyarakat Finlandia juga bukannya senang membayar pajak dengan tarif besar. Untuk memastikan kepatuhan pajak warga negaranya, Finlandia menerapkan transparansi distribusi pajaknya. Pemerintah Finlandia sendiri gemar melakukan survey kepada masyarakatnya terkait pelayanan publik yang harus didorong untuk meningkatkan kepatuhan pajak.
Salah satu masukan adalah masih banyaknya warga negara di usia milenial (18-29 tahun) yang masih belum memahami keuntungan membayar pajak bagi merek. Dari hasil survey ini, pemerintah kemudian membuat visualisasi terkait distribusi pajak untuk fasilitas umum di website resmi pemerintah. Salah satunya adalah ilustrasi terkait tarif murah transportasi umum serta pendidikan di Finlandia yang dibiayai oleh pajak.
Finlandia sendiri memang mendistribusikan pajaknya sebagian besar untuk sektor publik terlebih kesehatan, sosial, dan pendidikan. Dari segi kesehatan, efek dari pajak tinggi ini dapat dilihat dari biaya perawatan kesehatan Finlandia yang menjadi biaya perawatan paling egaliter dan terjangkau. Sebagai contoh, warga negara yang mengunjungi klinik persalinan untuk konsultasi memiliki jatah 12-15 kali jadwal klinik tanpa dikenai biaya.
Dari segi pendidikan juga dapat dilihat dari berbagai tunjangan yang disediakan pemerintah Finlandia bagi masyarakatnya yang menganggur ataupun memiliki disabilitas. Negara ini juga memiliki beragam lembaga budaya mulai dari opera, balet, hingga sistem perpustakaan yang dibuka untuk umum tanpa dikenakan biaya.
Dengan memastikan bahwa pajak yang dibayar oleh masyarakat Finlandia terdistribusi dengan baik mampu menumbuhkan kepercayaan publik terhadap pelayanan publik oleh pemerintah yang pada akhirnya mampu menumbuhkan kepatuhan pajak. Dilansir dari survey yang dilakukan otoritas pajak Finlandia, sekitar 80% patuh membayar dan mempercayai bahwa pajak diperlukan untuk mempertahankan kesejahteraan sosial.
Tentunya, kampanye ini berhasil karena angka literasi keuangan yang cukup tinggi pula di Finlandia. Apabila negara lain hendak belajar dari kampanye Finlandia, negara ini perlu memastikan bahwa masyarakatnya telah memiliki literasi keuangan yang cukup, termasuk Indonesia.











