Dampak Kemenangan  Pilpres AS 2020 Terhadap Ekonomi RI

Joe Biden Bersama Kamala Harris berhasil menjadi Presiden dan Wakil Presiden melalui kemenangan dalam pemilihan presiden Amerika Serikat Tahun 2020. Biden berhasil meraup lebih dari 270 suara elektoral. Presiden Joko Widodo bahkan memberikan ucapan selamat atas kemenangannya melalui Instagram. Adapun dampak dari kemenangan Biden terhadap negara-negara Asia Pasifik seperti Indonesia. Hal tersebut disebabkan oleh pergeseran hegemoni China ke Kawasan Amerika Serikat.

Menurut Managing Partner Grant Thornton Indonesia bernama Johanna Gani, disampaikan bahwa  kemenangan Biden dinilai dapat memberikan keuntungan bagi Indonesia melalui sisi ekspor dan nilai tukar. Kemenangan Biden diharapkan dapat memberikan harapan bagi perekonomian Indonesia terhadap perubahan kebijakan ekonomi Amerika Serikat selama empat tahun ke depan.

Sementara itu Johanna Gani juga menyampaikan bahwa, adapun ketidakpastian dalam kondisi ekonomi yang disebabkan perang dagang dan pandemi COVID-19 selama tahun 2020 ini diharapkan dapat segera kembali kepada kondisi normal. Dengan begitu, hubungan perdagangan antara Indonesia dengan Amerika Serikat dapat stabil kembali. Bagaimanapun juga, perang dagang dan pandemi secara nyata menekan kegiatan ekspor dan impor di seluruh dunia seperti kondisi perekonomian di Indonesia.

Oleh karena itu, sebagai Presiden Amerika Serikat yang baru diharapkan dapat memberikan dampak pada perubahan kondisi perekonomian dunia. Biden bahkan diproyeksikan oleh beberapa pengamat bahwa ia dikatakan mampu mengurangi tensi antara hubungan dagang Amerika Serikat dengan China. 

Berdasarkan sisi ekonomi, Joe Biden dilihat dari manifesto kebijakan ekonomi yang dimilikinya akan menjalankan kebijakan baru terhadap pajak, seperti menaikan pajak orang kaya. Adapun kebijakan baru terhadap pajak yang akan dijalankan Biden seperti pajak korporasi yang diprediksi akan tumbuh sebesar 15 persen. Sebagai Presiden Amerika Serikat yang baru akan menjamin untuk memberikan stimulus fiskal yang kira-kira sebesar US$ 2,5 triliun selama periode 2021 hingga 2024 terkait belanja negara Amerika Serikat.

Selanjutnya, menurut Guru Besar FISIP UNPAD Prof. Dr. Arry Bainus, M.A., dalam diskusi Satu Jam Berbincang Ilmu yang dilaksanakan Dewan Profesor UNPAD secara virtual pada Sabtu (07/11/2020) menyampaikan bahwa Biden menjalankan kebijakan multikulturalisme dengan mengandalkan mitra-mitra di Asia Tenggara dalam berbagai isu keamanan.

Indonesia menjadi negara yang dipandang penting guna menciptakan Kawasan Asia Tenggara yang kondusif terkait atas isu Laut Cina Selatan. Indonesia memiliki peluang dalam menjalin kontribusi bilateral dengan Amerika Serikat pada bidang pertahanan, seperti persediaan senjata dan pelatihan militer bagi TNI. Namun, hal tersebut juga masih belum pasti sebab itu bergantung pada hasil diplomasi yang dilakukan Indonesia.

Menurut Direktur Riset Center of Reform on Economics atau CORE Indonesia, Pieter Abdullah menyampaikan bahwa kemenangan Joe Biden mampu mengurangi ketidakpastian pada ekonomi global yang terjadi selama Trump menjabat. Hal tersebut dapat memberikan keuntungan bagi beberapa negara seperti Indonesia.