Presiden Jokowi menyatakan vaksin corona akan diberikan kepada masyarakat secara gratis. Menteri Keuangan pun telah diinstruksikan untuk memprioritaskan penganggaran keperluan biaya pengadaan dan distribusi vaksin gratis tersebut di APBN 2021. Perintah ini mengharuskan Kemenkeu mengatur ulang rencana APBN serta merealokasi tambahan dana dari sektor lain ke sektor penanganan Covid-19 di akhir tahun 2020.
Pernyataan dari Presiden ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani dampak pandemi Covid-19 di Indonesia. Pengumuman ini juga dinilai sebagai bentuk upaya menumbuhkan optimisme dan kepercayaan publik yang diharapkan akan mendorong kembali konsumsi masyarakat sehingga dapat mempercepat pemulihan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Vaksinasi Covid-19 terhadap Presiden Joko Widodo beserta beberapa pejabat negara pada hari Rabu, 13 Januari 2020 mendapat respon positif dari berbagai kalangan masyarakat dan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik. Sejak kepala negara divaksin, dampak terhadap optimisme masyarakat sudah mulai terlihat – mulai dari meningkatnya nilai jual Rupiah ke Dolar, serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Pada hari vaksinasi pertama di Indonesia (13/01), nilai tukar Rupiah terhadap Dolar menguat sebesar 70 poin atau 0.5% dengan nilai Rp 14.060 per Dolar, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya dengan Rp 14.130 per Dolar. Adapun terdapat prediksi bahwa IHSG akan mencapai level psikologis 6.880 seiring munculnya sentimen positif, antara lain berkat vaksinasi Covid-19.
Walau demikian, optimisme masyarakat dinilai akan semakin kuat dan jelas ketika vaksin sudah tersebar di masyarakat luas. Damak optimal vaksinasi terhadap pertumbuhan kegiatan ekonomi di Indonesia diperkirakan baru akan terlihat pada semester II 2021, mengingat Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih berlangsung.
Jokowi optimis program vaksinasi akan dorong pemulihan ekonomi. Vaksin akan membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penanganan Covid-19 serta meningkatkan indeks kepercayaan konsumen, sehingga konsumsi dan investasi dapat kembali meningkat.
Adapun anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk program vaksinasi Covid-19 pada tahun 2021 mencapai Rp. 55.5 Triliun dari total Rp. 2.750 Triliun APBN. Dalam rangka mendukung percepatan pemulihan ekonomi, pemerintah akan tetap menjalankan beberapa program perlindungan sosial dan program untuk membantu sektoral serta pemerintah daerah. Insentif pajak pun juga tetap akan diberikan secara selektif dan terukur.
Adapun APBN 2021 senilai 2.750 triliun akan dibagikan sesuai dengan rincian berikut:
1. Bidang Pendidikan (Rp 550 triliun)
2. Bidang Kesehatan (Rp 169.7 triliun)
3. Bidang Perlindungan Sosial (Rp 408.8 triliun)
4. Bidang Infrastruktur (Rp 417.4 triliun)
5. Bidang Ketahanan Pangan (Rp 99 triliun)
6. Bidang Pariwisata (Rp 14.2 triliun)
7. Pembangunan TIK (Rp 26 triliun)








