Diskon Pajak Kendaraan Bermotor Diperpanjang Hingga Desember 2021

Diskon Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) 100% mendapatkan perpanjangan dari pemerintah sampai dengan akhir tahun 2021. Berdasarkan Peraturan Menkeu No. 120/PMK.010/2021, besaran insentif diskon PPnBM kendaraan bermotor yang awalnya berlaku sampai dengan Maret hingga Agustus 2021 diperpanjang sampai dengan akhir tahun ini (Desember 2021).

Insentif yang diperpanjang terdiri atas

  • PPnBM DTP 100% untuk segmen kendaraan bermotor penumpang dengan kapasitas mesin sampai dengan 1.500 cc
  • PPnBM DTP 50% untuk kendaraan bermotor penumpang 4×2 dengan kapasitas mesin >1.500 cc – 2.500 cc
  • PPnBM DTP 25% untuk kendaraan bermotor penumpang 4×4 dengan kapasitas mesin >1.500 cc – 2.500 cc

Baca juga Insentif PPnBM Diresmikan, Inilah Daftar 21 Mobil Yang Dibebaskan Pajak

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu memberikan keterangan resmi, “Perpanjangan insentif dilakukan untuk menstimulasi konsumsi masyarakat kelas menengah seiring dengan perkembangan positif penanganan pandemi COVID–19, sehingga diharapkan untuk terus dimanfaatkan”.

Penjualan mobil ritel secara kumulatif untuk periode Januari-Juli 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 38,5% dari periode yang sama tahun lalu. Hal ini merupakan salah satu indikator yang menunjukkan dampak positif dari pemberlakuan insentif diskon pajak. Peningkatan penjualan membuat pada produsen kendaraan bermotor dapat kembali beroperasi dengan kapasitas yang lebih tinggi dan mengalami pertumbuhan 49,4 pada periode Januari – Juli 2021.

Salah satu alasan didukungnya perpanjangan insentif diskon PPnBM adalah tingkat produksi industri kendaraan bermotor pada Q2-2021 yang masih belum kembali ke level pra-pandemi.

Kebijakan insentif diskon PPnBM juga memiliki dampak yang signifikan kepada sisi produksi. Hal tersebut krusial karena peningkatan pada sisi produksi juga memiliki dampak positif kepada penyerapan tenaga kerja. Pemberian fasilitas diskon PPnBM Kendaraan Bermotor dengan tingkat kandungan produk dalam negeri yang tinggi memberikan dampak penggandaan (multiplier effect) yang cukup besar kepada sektor pendukungnya, beberapa diantaranya sektor industri barang logam, industri logam dasar, industri karet, dan jasa keuangan. Sektor otomotif juga adalah sektor yang memiliki nilai tambah degan level adopsi teknologi yang relatif tinggi.

Febrio mengatakan, “Momentum pemulihan sektor otomotif nasional diharapkan terus berlanjut terus sering dengan kondisi pandemi yang lebih terkendali dan penguatan ekonomi global yang mendorong pemintaan ekspor produk otomotif nasional”.

Kebijakan Insentif PPnBM DTP kendaraan bermotor adalah salah satu bukti hadirnya APBN dan kebijakan fiskal yang responsif di era pandemi ini. APBN akan terus diperkuat untuk mendorong lanjut pemulihan yang lebih berkelanjutan. Kebijakan fiskal akan menjadi instrumen untuk menjadi kesehatan dan keselamatan masyarakat, melindungi daya beli masyarakat, dan memberi dukungan bagi dunia usaha.

 

Baca juga Perhitungan Pajak Progresif Kendaraan Bermotor