DJBC Perluas Implementasi NLE di Bandara Juanda

Pemerintah telah berupaya memperluas implementasi ekosistem logistik nasional (national logistic ecosystem/NLE) di bandara. Salah satunya ialah Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo.

Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai DJBC Rudi Rahmaddi menyebutkan implementasi NLE ini diperlukan untuk efisiensi sistem logistik nasional. Menurutnya, hal ini menjadi penting karena Indonesia dihadapkan pada persaingan global.

Ia mengatakan, diperlukan semangat, gerak langkah, dan ide bersama untuk implementasi NLE demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Rudi menyebutkan biaya logistik nasional menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir, meskipun masih lebih tinggi dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan.

Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mengurangi biaya logistik, salah satunya dengan NLE. NLE ini berfokus pada simplifikasi proses bisnis (probis), informasi yang simetris, dan kolaborasi penggunaan data logistik yang telah tersedia.

Ia berharap, NLE mampu memangkas durasi dan biaya logistik serta menumbuhkan kepercayaan pengguna jasa dalam ekosistem logistik nasional. Baru-baru ini, pemerintah melaksanakan koordinasi untuk mempercepat implementasi NLE di Bandara Juanda.

Baca juga: Tarif Pajak Degresif, Tarif Pajak Yang Persentasenya Menurun

Dalam koordinasi ini, Kepala Kantor Bea Cukai Juanda Himawan Indarjono melaporkan progress implementasi NLE yang dilakukan di Bandara Juanda. Tim NLE akan mengembangkan program sejalan dengan 4 pilar yang dimiliki. Di pilar pertama, NLE membuahkan simplifikasi proses bisnis pemerintah, yaitu Single Submission (SSm) Perizinan secara mandatory sejak 2020 dan SSm Pengangkutan Udara pada 17 Maret 2023.

Kemudian, pemerintah pun melakukan piloting SSm ekspor dan sedang memproses pemetaan SSm quarantine and customs rush handling. Pada pilar kedua, Kantor Bea Cukai Juanda melaksanakan beberapa kolaborasi platform logistik, di antaranya peluncuran dashboard plane, pemesanan gudang dan pembayaran digital, multimoda ekspor hingga integrasi api kepabeanan.

Baca juga: Mekanisme Pertanggungjawaban Pajak DTP Diperbarui Lewat PMK 92/2023

Himawan menyebutkan, berdasarkan survei pada para responden, layanan ini berhasil menurunkan biaya logistik sebesar 23,75%. Pada pilar ketiga, NLE menawarkan kemudahan dalam pembayaran baik swasta maupun pemerintah melalui platform pembayaran digital.

Pada pilar keempat, NLE mengatur penataan tata ruang ekosistem logistik di terminal kargo bandara. Bandara Juanda pun telah melaksanakan uji coba autogate system pada beberapa perusahaan. Himawan pun menambahkan bahwa Kantor Bea Cukai Juanda mengadakan pertemuan perihal bimbingan teknis dan piloting SSM Ekspor untuk mendorong percepatan implementasi NLE.

Acara ini telah dihadiri oleh berbagai lembaga pemerintah seperti Badan Karantina Indonesia, Lembaga National Single Window (LNSW), dan Tim National Logistic Ecosystem, serta berbagai pemangku kepentingan ekspor.

Pemerintah akan berupaya menerapkan NLE secara penuh pada 2024 sejalan dengan amanat Instruksi Presiden (Inpres) 5/2020 mengenai Penataan Ekosistem Logistik Nasional. Sejauh ini, NLE telah diterapkan pada 32 pelabuhan dari target 46 pelabuhan hingga 2024. Selain itu, pemerintah ingin memperluas implementasi NLE ke bandara, khususnya di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Juanda.