Miliarder Elon Musk yang juga merupakan CEO Tesla, terlilit tagihan pajak lebih dari $15 miliar. Pajak yang dikenakan untuk Elon Musk sendiri meliputi pajak penghasilan atas sahamnya di Tesla sebesar 37% ditambah pajak investasi bersih 8% serta tarif pajak penghasilan tertinggi California sebesar 13.3%. Pajak penghasilan ini dikenakan atas keuntungan saham yang diterimanya di Tesla mengingat Elon Musk sendiri tidak mendapatkan gaji ataupun bonus tunai.
Untuk bisa melunasi hal tersebut, Elon Musk siap menjual sebagian besar sahamnya yang sebanyak 23 juta opsi saham sejak tahun 2012. Meskipun belum ada konfirmasi dari Elon Musk, namun akhir-akhir ini miliarder ini mengirimkan tweet yang berisi poll terkait langkah untuk menjual 10% sahamnya. Kabar ini didukung oleh informasi perusahaan Tesla terkait pengambilan pinjaman yang dilakukan oleh Elon Musk. Untuk bisa mengakses pinjaman ini, Musk harus memberikan sahamnya sebagai jaminan.
Nama Elon Musk memang akhir-akhir ini menggaung dengan kuat di dunia perpajakan Amerika Serikat, selain karena kasus ini juga karena pernyataan kontroversialnya terkait pajak miliuner. Sebagaimana diketahui, partai Demokrat AS, sedang mengajukan proposal pajak untuk miliuner AS yang selama ini selalu berhasil kabur dari PPh. Hal ini dapat terjadi karena hampir sebagian besar dari orang kaya di Amerika Serikat, tidak mendapatkan penghasilan tetap dari perusahaannya melainkan dari pembagian saham yang memungkinkan mereka lolos untuk membayar PPh ketika penghasilan per tahun mereka bisa mencapai $287 miliar per tahun.
Dalam pembelaannya, Elon musk menganggap pengenaan pajak atasnya mampu menghambat programnya untuk membawa manusia ke mars. Menurutnya, dia sudah membayar lebih dari apa yang seharusnya dibayar kepada negara.








