Salah satu orang terkaya dunia yang merupakan CEO Tesla, Elon Musk, memperingatkan bahwa perusahaan mobil listriknya Tesla tidak serta merta membayar pajak kepada negara, meski perusahaan tersebut melaporkan laba bersih USD 5,5 miliar dari penjualan USD 7,6 miliar.
Ia telah berulang kali mengeluh atas masalah pembayaran pajak USD 11 miliar kepada pemerintah AS selama setahun terakhir, karena pajak yang dia bayar lebih tinggi daripada pajak siapa pun di dunia.
Alasannya, Musk mengatakan bahwa Tesla kehilangan pendapatan USD 130 juta tahun lalu di AS. Selain itu, lebih dari USD 6 miliar pendapatannya tahun lalu berasal dari operasi perusahaan di luar negeri.
Yang artinya, Tesla akan membayar pajaknya di luar negeri. Elon Musk merinci tagihan pajak luar negerinya akan mencapai USD 839 juta. Sedangkan, tagihan pajak untuk negara bagian di wilayah operasinya hanya USD 9 juta, dan tagihan pajak negaranya nol.
Analis Pajak, Penerbit Pajak Nirlaba, dan Pakar Praktik Pajak Perusahaan di AS Martin Sullivan mengatakan bahwa hal tersebut terlihat bertentangan dengan akal sehat, namun tidak melanggar undang-undang pajak AS.
Sullivan juga mengatakan pendapatan Tesla di AS tidak begitu banyak atau bahkan nihil terkena pajak dikarenakan anak perusahaan Tesla yang membukukan pendapatan. Di sisi lain, operasi Tesla di kantor pusatnya mengalami kerugian.
Meski begitu, Senator Elizabeth Warren menyebut tindakan Elon sebagai akal-akalannya saja. Ia mengatakan bahwa Tesla dan perusahaan raksasa lainnya telah lama menggunakan celah dan melakukan penipuan untuk membantu mereka keluar dari kewajiban perpajakannya.








