India Kendalikan Inflasi Pangan, Ekspor Beras Kena Pajak 20 Persen

Dalam rangka menjamin ketahanan pangan di dalam negeri pemerintah india akan semakin memperketat dalam kegiatan ekspor terutama beras, hal ini akan semakin menekan pasokan beras global. India pun telah melakukan tindakan yakni dengan mengurangi/melakukan pembatasan terhadap penjualan semua varietas beras non-basmati ke luar negeri, yang menyumbang sekitar 80% dari total pengiriman beras yang dilakukan oleh india.

Kementerian keuangan india juga akan segera mengenakan pajak ekspor untuk beras pratanak dengan tarif ekspor yaitu sebesar 20%. Berdasarkan penuturan Presiden Asosiasi Eksportir Beras B.V. Krishna Rao, dengan adanya kebijakan tersebut, maka akan menyebabkan harga beras dalam negeri mengalami penurunan, sehingga akan membantu pemerintah india dalam melakukan pengendalian berkaitan dengan inflasi pangan. Terlebih harga beras pada pasar ekspor saat ini diprediksikan akan mengalami peningkatan.

Baca juga: Badan Advokasi Industri Kripto India Dibubarkan, Apa Alasannya?

Selain itu, Presiden Asosiasi Eksportir Beras B.V. Krishna Rao juga mengatakan bahwa pajak ekspor atas beras pratanak akan menyebabkan beras pratanak yang berasal dari india akan sama mahalnya dengan beras pratanak yang berasal dari Thailand serta Pakistan. Dapat diartikan bahwa dengan adanya pajak ekspor beras yang ditetapkan india akan membuat pembatasan ekspor untuk semua jenis beras non-basmati.

Beberapa bulan lalu, pemerintah india juga telah melakukan larangan ekspor atas beras putih serta semenjak tahun lalu pemerintah india juga melarang ekspor atas broken rice. India memiliki kontribusi yang cukup besar pada pasar ekspor beras global yang saat ini telah mencapai 40%, sehingga langkah yang dilakukan oleh pemerintah india ini akan memiliki dampak yang besar terhadap harga beras global yang tercatat sudah lumayan tinggi semenjak bulan lalu.

Baca juga: Hotel dan Restoran Di India Larang Tarik Biaya Layanan ke Konsumen

Indeks harga beras global pada bulan Juli 2023 berdasarkan catatan Food and Agriculture Organization (FAO) telah meningkat 20% jika dibandingkan dengan bulan Juli tahun lalu, yang mana indeks harga beras global pada saat itu mencapai 129,7 poin, tertinggi dalam 12 tahun terakhir. Inflasi india tercatat pada bulan Juli 2023 yaitu 7,44% atau tertinggi dalam 15 bulan terakhir. Penyebab dari tingginya inflasi di india, karena terjadi lonjakan harga komoditas pangan, yang mana inflasi komoditas pangan tercatat 11,51%.