Investasi Indonesia Sentuh Rp829 Triliun di Semester 1 2024

Pemerintah melalui Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah memaparkan total nilai investasi yang masuk ke tanah air selama semester 1 tahun 2024. Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyebutkan nilai investasi yang berhasil masuk ke Indonesia tembus Rp829,9 Triliun. 

 

Target dan Pencapaian Investasi

 

Angka tersebut tumbuh 22,3% secara year on year (yoy). Bahlil menyebut angka tersebut telah mencapai 67% dari rencana strategis (Renstra) 2024 sebesar Rp1.293,3 triliun serta mencapai 50,3% dari target yang diberikan presiden sebesar Rp1.650 trilun. 

 

Penyerapan Tenaga Kerja

 

Selain penyampaian nilai investasi, Bahlil juga menyampaikan informasi terkait penyerapan tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja per semester 1 2024 tercatat sebanyak 1,22 juta orang. Jumlah tersebut meningkat 44,26% dari periode yang sama pada tahun lalu yaitu sebesar 849.181 tenaga kerja. Secara rinci, PMDN menyerap 738.202 tenaga kerja dan PMA menyerap 486.840 tenaga kerja. Seluruh tenaga kerja tersebut berhasil diserap oleh berbagai industri. 

 

Penyerapan tenaga kerja ini juga meningkat dari kuartal 1 2024 yang hanya sebesar 547.419 tenaga kerja menjadi 677.623 tenaga kerja. Di kuartal 2 2024 penyerapan tenaga kerja juga meningkat sebesar 23,7% dibanding kuartal 1 2024 yaitu sebesar 547.419 tenaga kerja. 

 

Kontribusi Investasi

 

Penanaman modal asing (PMA) menjadi kontributor utama dari total realisasi investasi. Total realisasi investasi PMA di semester 1 2024 mencapai Rp421,7 triliun atau senilai 50,8%, naik 16,1% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Selanjutnya, realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) mecapai Rp408,2 triliun atau sebesar 49,2%, naik 29,4& dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. 

 

Baca juga: Pemerintah Targetkan Investasi Capai Rp1.900 Triliun di Tahun 2025

 

Sebaran Investasi per Wilayah

 

Wilayah luar Jawa mendominasi jumlah investasi yang masuk sebesar 50,2% atau setara Rp416,2 triliun. Jumlah tersebut naik 17,3% secara year on year. Sementara nilai investasi di Pulau Jawa sebesar Rp413,7 triliun, naik 17,3% secara year on year. Jumlah tersebut setara dengan 48,9% dari total investasi semester 1 tahun 2024. 

 

Jika dilihat berdasarkan lokasi, Jawa Barat menjadi provinsi dengan PMA dan PMDN terbanyak dengan nilai investasi Rp128,3 triliun. Disusul dengan DKI Jakarta dengan nilai investasi sebesar Rp120,4 triliun, Jawa timur dengan nilai investasi Rp71,7 triliun, Sulawesi Tengah dengan nilai investasi Rp59,8 triliun dan Banten dengan nilai investasi sebesar Rp58, 3 triliun. 

 

Sebaran Investasi Secara Sektoral

 

Jika dilihat secara sectoral, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya mendominasi investasi dengan nilai Rp122,2 triliun. Di posisi kedua, industri transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp89,2 triliun dan disusul industri pertambangan sebesar Rp87,9 triliun. Selanjutnya,nilai investasi industri perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp62,9 triliun dan disusul industri kimia dan farmasi Rp59,5 triliun. 

 

Negara Asal Investor

 

Jika dilihat dari negara yang menanamkan modal, Singapura menjadi negara dengan nilai investasi terbesar dengan USD8,9 miliar disusul Tiongkok dengan nilai investasi sebesar USD3,9 miliar. Kemudian disusul dengan Hongkong dengan nilai investasi USD3,8 miliar, Amerika Serikat dengan nilai investasi USD2,0 miliar, dan Jepang dengan nilai investasi USD 1,8 miliar.  

 

Baca juga Berita dan Artikel Pajakku lainnya di Google News