Boris Johnson mengumumkan bahwa dirinya mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Inggris. Ia mengambil keputusan pengunduran diri ini setelah lebih dari 50 menteri mengundurkan diri akibat penanganan Johnson yang dinilai ceroboh atas beberapa skandal yang ia hadapi. Untuk itu, sejumlah kandidat pengganti Boris Johnson telah mengumumkan pencalonan diri mereka dan mulai mengambil langkah awal kampanye untuk mengambil posisi sebagai pemimpin partai dan perdana menteri.
Dalam kampanye tersebut, beberapa di antaranya membawakan berbagai program, termasuk program pemotongan pajak di tengah krisis inflasi dan inflasi tinggi yang tengah dihadapi oleh Inggris. Boris Johnson pun mengatakan bahwa dirinya akan memimpin pemerintahan sementara hingga partai memilih pemimpin yang baru.
Dalam kesempatan wawancara di The Telegraph pada hari Sabtu, 9 Juli 2022, Mantan Menteri Kesehatan Sajid Javid dan Mantan Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt mengumukan kampanye mereka. Keduanya memiliki rencana kepemimpinan yang sama, yaitu pemotongan pajak. Mereka mengatakan bahwa akan membatalkan rencana kenaikan pajak perusahaan dan menguranginya dari 25% menjadi 15%. Dalam hal ini, Javid juga akan mengurangi pajak pendapatan yang diperkenalkan oleh Menteri Keuangan Rishi Sunak.
Kandidat lain seperti Menteri Keuangan Rishi Sunak, Menteri Keuangan Nadhim Zahawi, Menteri Luar Negeri Liz Truss, dan Menteri Transportasi Grant Shapps juga turut menyuarakan kampanye mereka. Namun, Menteri Perdagangan Penny Mordaunt justru absen dari daftar kontestan perdana menteri.
Rishi Sunak meluncurkan kampanye pada hari Jumat, 8 Juli 2022 dan dikabarkan telah berhasil mendapat banyak dukungan dari anggota Parlemen. Adapun, Menteri Luar Negeri Liz Truss meluncurkan kampanyenya dengan berjanji bahwa dirinya akan mengadvokasi prinsip Konservatif klasik dan berjanji akan memotong pajak dari hari pertama kepemimpinannya. Sedangkan, Nadhim Zahawi memulai kampanyenya dengan berjanji apabila terpilih sebagai perdana menteri akan menerbitkan akun keuangannya setiap tahun. Tom Tugendhat, ketua komite urusan luar negeri parlemen Inggris juga turut mengumumkan kampanyenya dengan berjanji bahwa ia akan membangun kepercayaan partai dan politik yang bersih.
Selanjutnya, dua kandidat lainnya yang diumumkan dari luar kabinet Johnson adalah Jaksa Agung pro-Brexit Suella Braverman dan Kemi Badenoch, Menteri negara bagian untuk kesetaraan. Sementara itu, Menteri Pertahanan Ben Wallace mengatakan pada hari Sabtu, 9 Juli 2022 bahwa dirinya memutuskan untuk tidak mencalonkan diri sebagai perdana menteri.
Komite legislator Partai Konservatif 1992 akan secepatnya menetapkan jadwal pemilihan pemimpin partai baru dan perdana Menteri. Sementara itu, pejabat di komite eksekutif, Bob Blackman mengatakan bahwa nominasi kandidat akan ditutup pada hari Selasa, 12 Juli 2022 malam, sebelum dimulainya proses eliminasi yang akan menyisakan dua kandidat utama pada tanggal 21 Juli 2022. Setelah ada dua kandidat utama, kedua kandidat akan memulai tur enam minggu di Inggris. Selanjutnya, lebih dari 100.000 anggota partai Konservatif akan memutuskan siapa yang mengisi posisi di 10 Downing Street sebagai perdana menteri.











