Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Forum atau BRITACOF ke-4 dengan tema “Improving Tax Environment” telah diselenggarakan di Tbilisi, Georgia pada tanggal 11 – 13 September 2023. Konferensi ini diselenggarakan oleh Revenue Service Georgia dengan lebih dari 300 delegasi yang terdiri dari 32 yurisdiksi serta perwakilan dan ahli dari 10 organisasi internasional maupun perusahaan terkenal di seluruh dunia yang hadir pada forum ini secara offline dan online.
Tujuan dari konferensi BRITACOF ke-4 adalah untuk mengumpulkan dan berbagi wawasan dalam meningkatkan lingkungan perpajakan yang lebih menguntungkan, meningkatkan kapasitas administrasi pajak, mempromosikan administrasi pajak bagi anggota yurisdiksi Belt and Road Initiative (BRI), dan memfasilitasi pemulihan ekonomi global.
Topik Pembahasan BRITACOF ke-4
Konferensi BRITACOF ke-4 yang dilaksanakan selama tiga hari ini mempresentasikan enam topik pembahasan dengan rincian sebagai berikut.
- Overall Planning for Optimizing Tax Business Environment
Setelah pandemi Covid-19 melanda, banyak negara yang mengalami kesulitan dalam memulihkan ekonominya. Di masa pemulihan ini, aktivitas ekonomi di banyak yurisdiksi cenderung meningkat. Peningkatan tersebut perlu dilakukan dahulu dari lingkungan bisnis karena merupakan manifestasi penting terhadap kekuatan ekonomi. Pengoptimalan lingkungan perpajakan untuk bisnis menjadi sangat relevan untuk pemulihan ekonomi dalam jangka pendek dan pengembangan jangka panjang.
Pembahasan ini lebih ditekankan terhadap bagaimana rencana perumusan yang komprehensif agar dapat memajukan lingkungan pajak dan menciptakan atmosfer yang mendukung bagi bisnis. Tujuannya jelas, yakni untuk membantu negara-negara mengatasi tekanan terhadap ekonomi yang sedang menurun dan mempromosikan pertumbuhan ekonomi id era pascapandemi.
- Transparency of Tax Regulations and Tax Administration
Transparansi dalam peraturan pajak adalah kunci untuk menciptakan lingkungan bisnis yang sehat. Topik ini menekankan bahwa wajib pajak harus dapat dengan mudah mengakses informasi terbaru tentang undang-undang dan peraturan pajak. Selain itu, klarifikasi dan interpretasi peraturan harus dipublikasikan secara teratur serta fasilitas seperti pusat panggilan dan meja konsultasi harus tersedia bagi wajib pajak untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Konsultasi publik tentang peraturan pajak juga harus menjadi bagian dari transparansi ini. Dengan demikian, otoritas pajak dapat memastikan bahwa peraturan pajak dapat dipahami dengan baik oleh wajib pajak sekaligus menjadi kesempatan untuk mengumpulkan masukan dari wajib pajak.
Selain peraturan pajak yang transparan, administrasi pajak yang transparan juga menjadi pembahasan penting pada konferensi ini. Hal ini mencakup transparansi aktivitas dan strategi di masa depan dari otoritas pajak yang dapat memengaruhi perusahaan. Selain itu, regulasi perilaku etis dan profesional oleh otoritas pajak dan pengawasan eksternal yang kuat diperlukan untuk memastikan bahwa proses pajak berjalan dengan adil dan transparan.
- Reducing Tax Burden
Diskusi ini menekankan pada pengurangan beban pajak yang menjadi langkah penting untuk menghidupkan perusahaan, menarik investasi asing, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini dapat dicapai melalui berbagai cara, termasuk pengurangan jenis pajak, penurunan tarif pajak, pemotongan pajak dan biaya, serta pemberian insentif pajak yang tepat. Namun, penting untuk diingat bahwa pemotongan pajak harus sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memastikan bahwa pendapatan yang diperlukan masih terpenuhi.
Baca juga: BRITACOM, Mekanisme Kerja Sama Perpajakan Internasional dari China
- Streamlining Tax Compliance
Simplifikasi kepatuhan pajak juga merupakan langkah penting yang dibahas pada konferensi BRITACOF ke-4 ini. Simplifikasi ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan bisnis yang baik. Hal ini mencakup penyederhanaan proses pajak dan penerimaan informasi, mengurangi jumlah pembayaran, serta memperbaiki berbagi informasi.
Pembahasan yang konstruktif mengenai topik ini memberikan otoritas pajak kesempatan untuk belajar dari best practice yang dilakukan yurisdiksi lain dan meningkatkan kemampuan untuk menyederhanakan kepatuhan pajak secara efektif. Pada akhirnya, hal ini akan berkontribusi pada optimalisasi lingkungan bisnis pajak di masing-masing yurisdiksi.
- Information Technology and Tax Environment Improvement
Topik ini membahas tentang penggunaan teknologi digital seperti blockchain, komputasi awan, big data, dan kecerdasan buatan (AI) yang dapat membawa efisiensi dalam administrasi pajak. Ini akan membantu mempercepat transformasi digital administrasi pajak dan memungkinkan pemerintah untuk mengumpulkan data pajak dengan lebih efisien. Dengan teknologi yang tepat, otoritas pajak dapat lebih mudah mendeteksi aktivitas ekonomi bayangan dan meningkatkan lingkungan bisnis pajak.
- Dispute Resolution Mechanism in Optimizing Tax Business Environment
Diskusi ini menjelaskan bahwa mekanisme penyelesaian sengketa pajak yang efektif itu sangat penting. Mekanisme ini harus sederhana, transparan, dan independen. Wajib pajak harus memiliki akses yang mudah untuk mengajukan banding atau mengambil langkah hukum jika mereka tidak puas dengan hasil peninjauan administratif. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sengketa pajak juga harus dipertimbangkan agar memastikan bahwa kepastian hukum dapat diberikan dengan cepat.
Representatif Indonesia di Konferensi BRITACOF ke-4
Indonesia sebagai salah satu anggota BRITACOM mengirimkan delegasi ke Konferensi BRITACOF ke-4 yang diwakilkan oleh Iwan Djuniardi. Iwan Djuniardi sebagai Staf Ahli Bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak Menteri Keuangan Republik Indonesia, mempresentasikan tentang “Digital Transformation in Optimizing the Tax Business Environment” pada tanggal 12 September 2023.
Dalam materi pembahasannya, disebutkan bahwa kemajuan teknologi yang terus berkembang dapat mengubah cara manusia bekerja, hidup, berpikir, dan berperilaku. Transformasi digital mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan, termasuk perpajakan. Dalam upaya untuk menghadapi perubahan ini, terdapat empat pilar strategi sistem perpajakan untuk meningkatkan kepatuhan pajak secara sukarela, yaitu:
- Sistem Pajak yang Sederhana
Salah satu aspek utama dari transformasi perpajakan adalah menyederhanakan sistem. Tujuan utamanya adalah memudahkan wajib pajak untuk mematuhi aturan perpajakan. Ini melibatkan terus-menerus meninjau aturan, proses, dan tata cara perpajakan untuk membuatnya lebih mudah dipahami dan diikuti oleh wajib pajak. Dengan sistem yang lebih sederhana diharapkan bahwa tingkat kepatuhan pajak akan meningkat.
- Wajib Pajak yang Terinformasi
Meningkatkan tingkat kepatuhan pajak memerlukan wajib pajak yang terinformasi. Hal ini dapat dilakukan dengan menyediakan sosialisasi dan informasi yang tepat dan cepat kepada wajib pajak melalui berbagai saluran. Informasi yang jelas dan mudah diakses akan membantu wajib pajak memahami kewajiban mereka dan mematuhi aturan perpajakan dengan lebih baik.
- Administrasi Pajak yang Kredibel
Kepercayaan publik adalah aset berharga dalam sistem perpajakan yang efektif. Administrasi pajak yang kredibel adalah kunci untuk mempertahankan tingkat kepercayaan yang tinggi di antara wajib pajak. Hal ini dapat dicapai melalui sosialisasi dan pemantauan terhadap yang terjadi di lapangan untuk dapat membangun program yang menjaga kepatuhan perpajakan. Dengan meningkatan “kehadiran” otoritas pajak di antara wajib pajak, pemerintah dapat memastikan bahwa aturan perpajakan dijalankan dengan adil dan setiap wajib pajak memenuhi kewajibannya dengan tepat.
Baca juga: G20 India Selesai Dilaksanakan, Apa Dampaknya Terhadap Perpajakan?
- Melibatkan Masyarakat
Penting untuk menggandeng pemangku kepentingan strategis, seperti lembaga profesional, untuk mendorong kepatuhan sukarela. Dengan melibatkan komunikasi aktif antara masyarakat, pemerintah dapat menciptakan rasa awareness yang kuat tentang pentingnya membayar pajak.
Ketika masyarakat merasa bahwa mereka memiliki peran dalam sistem perpajakan dan bahwa mereka diberdayakan untuk mematuhi aturan, tingkat kepatuhan pajak cenderung meningkat. Adapun, transformasi digital juga memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem perpajakan. Beberapa langkah penting dalam menerapkan transformasi digital dalam perpajakan adalah sebagai berikut.
- Migrasi ke Ekosistem Digital
Ekosistem digital adalah jaringan kompleks orang, bisnis, dan sistem yang menggunakan teknologi untuk berinteraksi satu sama lain. Dalam perpajakan, hal ini berarti memanfaatkan teknologi untuk menyederhanakan proses, memungkinkan wajib pajak untuk mengakses layanan dengan lebih mudah, dan meningkatkan transparansi.
- Membangun Sistem Terintegrasi dan Interoperabel
Sistem terintegrasi dan interoperabel memungkinkan berbagai sistem dari berbagai organisasi berkomunikasi satu dengan yang lain. Hal ini memungkinkan pertukaran data yang lancar dan efisien antara entitas yang berbeda dan memastikan bahwa data yang diperlukan untuk perpajakan dapat diakses dengan cepat dan akurat.
- Membangun Sistem Regulasi Digital yang Otomatis
Sistem ini menciptakan aliran data otomatis dari setiap transaksi yang dilakukan oleh wajib pajak. Petugas pajak dapat dengan mudah memantau proses ini melalui dasbor terintegrasi serta memastikan bahwa data yang dibutuhkan untuk perpajakan selalu tersedia dan akurat.
- Analitik Mendalam
Analitik mendalam melibatkan analisis data yang canggih untuk menghasilkan wawasan berharga dari big data. Ini dapat membantu dalam mendeteksi pola perilaku perpajakan, mengidentifikasi potensi penyalahgunaan, dan meningkatkan pemahaman tentang tren perpajakan.
- Keamanan Siber
Dengan data pajak yang memiliki nilai yang sangat tinggi, keamanan siber adalah prioritas utama. Perlindungan data pajak dari serangan berbahaya dan pelanggaran keamanan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik dalam sistem perpajakan.
- Manajemen Orang
Manajemen orang adalah faktor penting dalam menjalankan transformasi digital. Pegawai yang terampil dan terlibat adalah aset berharga dalam memastikan kesuksesan perubahan. Membantu pegawai untuk terus mengembangkan keterampilan mereka dan merasa diberdayakan oleh sistem adalah langkah penting dalam mencapai tujuan transformasi digital.













