Mata Uang: Jenis, Fungsi, dan Faktor Penentunya

Mata uang adalah definisi dari satuan harga uang yang telah disetujui oleh pemerintah dan rakyatnya dalam sebuah negara. Sebuah negara tentu memiliki mata uangnya masing-masing. Meskipun, beberapa negara telah memiliki jenis mata uang yang sama. Misalnya, negara Amerika, Ekuador, Kamboja, Panama, dan Kawasan Samudera Hindia Britania. Sedangkan, ada banyak pula negara yang memiliki mata uang berbeda, contohnya ialah mata uang Rupiah untuk Indonesia dan mata uang Jepang yaitu Yen. Kamboja memiliki Riel Kamboja, Brunei Darussalam dengan Dolar Brunei, dsb.

Mata uang sendiri memiliki fungsi yang sama dengan uang sebagai alat tukar. Perbedaannya ialah nilainya. Setiap mata uang memiliki nilai tukar yang berbeda-beda. Misalnya 1 US Dolar senilai dengan 14.000 mata uang Rupiah. Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor. Nilai tukar mata uang ini disebut kurs, dimana antara mata uang satu dengan lainnya memiliki kurs yang berbeda dan nilainya fluktuatif setiap hari.

Faktor yang menentukan nilai tukar adalah Pertama, tingkat inflasi. Apabila sebuah negara tingkat kemakmurannya tinggi, maka inflasinya akan rendah. Sehingga nilai tukar uangnya pun menguat. Kedua, tingkat suku bunga. Suku bunga terkait dengan inflasi. Pemerintah akan menaikkan suku bunga jika terjadi inflasi. Akibatnya para investor asing akan tertarik untuk kembali melakukan investasi di negara tersebut, sehingga nilai tukar mata uang pun akan stabil kembali.

Ketiga, neraca perdagangan. Neraca perdagangan ini berdasarkan hasil pembayaran ekspor-impor pada suatu negara. Negara yang mendapatkan hasil lebih besar dari negara koleganya, maka mata uangnya akan menguat. Keempat, utang publik. Utang publik bisa menentukan nilai tukar mata uang. Negara yang memiliki utang tinggi, maka mata uangnya akan melemah.

Kelima, ekspor-impor. Apabila ekspor di suatu negara lebih besar daripada impor, sudah dipastikan mata uang dari negara tersebut pun akan menguat. Keenam, kondisi ekonomi dan politik. Kondisi ekonomi dan politik sebuah negara akan berdampak pada nilai tukar mata uangnya. Hal ini terkait akan investor yang melakukan investasi. Investor tentu akan lebih memilih negara dengan kondisi ekonomi dan politik yang stabil. Ketujuh, kontrol pemerintah. Kebijakan pemerintah akan menjadi faktor penentu dalam nilai tukar mata uang sebuah negara.