Industri surat kabar dan percetakan adalah salah satu industri yang paling terdampak dari Covid-19. Bahkan tanpa adanya pandemi pun, industri media cetak dan percetakan telah mengalami penurunan eksistensi akibat disrupsi teknologi yang mentransformasi perilaku pembaca secara global. Padahal industri ini merupakan industri vital di negara demokrasi sebagai salah satu pilar penyokong nilai demokrasi.
Sebagai contoh, industri surat kabar dan percetakan di Filipina terus mengalami penurunan pertumbuhan hingga sebesar -7.7% di tahun 2018. Industri ini kini tengah menyerukan permohonan keringanan pajak. Secara spesifik, industri ini – melalui Asosiasi Media Cetak Filipina (UPMG), meminta untuk dibebaskan dari pajak pertambahan nilai (PPN) pembelian kertas dan tinta atas penjualan layanan periklanan serta pengurangan pajak penghasilan. Selain itu, mereka juga meminta dukungan pemerintah untuk melembagakan urusan terkini dalam kurikulum siswa.
Pembebasan PPN atas penjualan kertas dan tinta sebesar 12% dipercaya mampu membantu industri surat kabar dan percetakan Filipina bertahan di masa pandemi. Mengingat dua bahan ini adalah bahan utama di industri ini. Melalui penghapusan ini, industri surat kabar dan percetakan mampu melakukan penghematan yang lebih tinggi dan akhirnya dapat meningkatkan kualitas publikasi melalui peningkatan peralatan serta kompensasi yang lebih baik bagi karyawan.
Tidak hanya itu, di tengah pandemi ini, industri surat kabar dan percetakan di Filipina juga menyerukan keringanan pajak penghasilan. Saat ini, industri surat kabar dikenakan PPh badan pada umumnya yaitu sebesar 25%. Di satu sisi, lembaga pendidikan, rumah sakit nirlaba dan sektor penting lainnya di Filipina menikmati pajak PPh sebesar 1%.
Asosiasi Media Filipina berargumen bahwa media cetak merupakan sektor penting sebagai salah satu pilar penting dalam demokrasi Filipina. “Bukankah seharusnya industri media cetak, industri yang mengabdikan diri untuk membawa berita dan informasi, menyebarkan kebenaran, membentuk negara yang terdiri dari warga negara yang berpengetahuan, berhak atas manfaat yang sama dari penurunan pajak penghasilan? Seperti halnya lembaga pendidikan, media cetak juga berfungsi sebagai wahana pendidikan,” sebut perwakilan Asosiasi Media Filipina.
Asosiasi media ini meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan kelangsungan hidup media cetak, mengingat di tengah pandemi ini 13 surat kabar tengah menangguhkan bisnisnya untuk mencegah kerugian lebih lanjut.
Selain pembebasan PPN dan pemotongan PPh, asosiasi ini juga mencari kemitraan dengan Departemen Pendidikan Filipina terkait penciptaan mata pelajaran berita dan urusan terkini yang terpisah sebagai bagian dari kurikulum. Nantinya hal ini mampu menumbuhkan kesadaran siswa terkait berita dan peristiwa terkini di negara Filipina.












