Dalam dunia bisnis, seringkali kita menjumpai kata forecasting. Forecasting sendiri dapat diartikan sebagai sebuah metode untuk membuat rencana dan pengendalian dalam menghadapi ketidakpastian di masa yang akan datang, terutama untuk prediksi permintaan produk di masa yang akan datang.
Pelaku bisnis pasti mayoritas sudah paham terkait forecasting secara garis besar beserta dengan fungsi dan manfaatnya. Secara garis besar, forecasting berfungsi sebagai pedoman untuk menentukan arah kebijakan dan keputusan perusahaan yang diharapkan lebih efektif serta efisien kedepannya. Dari fungsi tersebut dapat ditentukan manfaat dari forecasting, yaitu:
- Stabilitas keuangan perusahaan terjaga
- Sebagai pedomaan atau dasar evaluasi bagi kebijakan perusahaan yang berlaku saat ini atau yang akan berlaku di masa yang akan datang, serta pengaruhnya untuk kedepannya
- Sebagai landasan untuk menghadapi sesuatu yang bisa saja berbeda dari masa lalu dan juga masa depan
- Terdapat celah waktu antara kebijakan dan implementasinya sehingga masih bisa dikaji kembali
- Mendapatkan solusi terbaik ketika menghadapi masalah bisnis
- Menjadi acuan ketika akan menentukan kebijakan sejalan dengan tujuan perusahaan
Forecasting sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
1. Berdasarkan Waktu
Forecasting berdasarkan waktu dibagi lagi menjadi tiga jenis, yaitu:
- Jangka panjang: menggunakan analisis dengan waktu yang lebih panjang, biasa berlangsung selama 2 tahun lebih
- Jangka menengah: dilakukan dengan waktu yang lebih cepat, yaitu 3 bulan sampai 2 tahun
- Jangka pendek: dilakukan lebih sebentar dengan waktu mulai dari 0-3 bulan
2. Berdasarkan Fungsi dan Tujuan
Forecasting jenis ini dibagi menjadi empat, yaitu:
- General Business Forecasting: meramal bisnis menyeluruh mulai dari ekonomi, politik, sosial, budaya, dan lainnya yang termasuk makro
- Sales Forecasting: meramalkan banyaknya barang yang dapat dijual di masa penjualan selanjutnya berdasarkan data masa penjualan sebelumnya
- Demand Forecasting: meramalkan permintaan dan juga kondisi pasar
- Financial Forecasting: Disebut juga capital forecasting untuk meramalkan biaya dan modal yang akan dikeluarkan di masa depan
3. Berdasarkan Ketersediaan Data
Kita sudah mengerti jika forecasting merupakan analisis terhadap aktivitas atau kejadian yang akan terjadi di masa yang akan datang dan berdasarkan data yang ada. Tetapi tidak semua perusahaan memiliki data yang memadai. Padahal data-data ini yang akan menentukan bagaimana forecasting dapat dilakukan. Oleh karena itu dibagi berdasarkan kriteria inni forecasting dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
- Metode Kualitatif
Perusahaan tidak memiliki akses terhadap data yang cukup untuk bahan analisis. Hasil prediksi akan menjadi sangat subjektif karena hasil analisis berbeda-beda. Kegiatan bisa dilakukan melalui penyelidikan, wawancara, dan/atau diskusi. Biasanya metode ini dilakukan oleh perusahaan yang mengalami transisi dalam usahanya
- Metode Kuantitatif
Perusahaan yang memiliki akses terhadap data dianjurkan menggunakan metode kuantitatif. Data yang didapatkan akan lebih objektif dan juga akurat karena menggunakan pendekatan angka dan data
Forecasting juga dapat digunakan terhadap pajak. Forecasting digunakan untuk meramalkan penerimaan dari pajak, seperti yang telah dijelaskan bahwa forecasting dapat digunakan untuk meramalkan anggaran dan juga biaya.












