Pajakku berpartisipasi sebagai pembicara dalam WU Tax Law Technology Conference 2026 yang diselenggarakan oleh WU Vienna, Austria, pada 9 – 10 Februari 2026. Konferensi internasional ini mempertemukan akademisi, otoritas pajak, pembuat kebijakan, dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas transformasi teknologi mutakhir dalam bidang perpajakan global.
Dengan tema “Large Language Model Agents for Tax Law Technology”, konferensi ini menyoroti peran kecerdasan buatan generatif, Large Language Models (LLM), dan agentic AI dalam mengubah cara hukum pajak dirancang, diterapkan, dan diawasi lintas yurisdiksi.
Pajakku Wakili Indonesia di Forum Pajak Global
Dalam forum bergengsi ini, Pajakku diwakili oleh dua pimpinan strategis:
- Wiratama Gandhi Rimbawan, Deputy Chief Executive Officer, PT Mitra Pajakku
- Fernando Siahaan, Director of Advisory, PT Mitra Pajakku
Kehadiran Pajakku sebagai pembicara menegaskan peran aktif Indonesia dalam diskursus global mengenai integrasi teknologi canggih dalam sistem perpajakan, khususnya pada isu tata kelola pajak digital, kepatuhan berbasis data, dan perlindungan hak wajib pajak.
AI, LLM, dan Masa Depan Hukum Pajak
WU Tax Law Technology Conference 2026 membahas bagaimana adopsi Generative AI, LLM Agents, dan teknologi berbasis data mendorong perubahan besar dalam administrasi pajak, audit, hingga penyelesaian sengketa. Pemerintah dan otoritas pajak global kini bergerak menuju otomatisasi kepatuhan, pelaporan real-time, serta penggunaan AI dalam deteksi risiko dan pengawasan.
Dalam konteks ini, kontribusi Pajakku relevan dengan praktik di negara berkembang, khususnya bagaimana teknologi pajak (tax technology) dapat diimplementasikan secara bertanggung jawab, akurat, dan tetap menjunjung prinsip keadilan serta transparansi.
Agenda Konferensi yang Komprehensif
Selama dua hari, konferensi membahas berbagai topik strategis, antara lain:
- Dampak Generative AI dan LLM terhadap perencanaan dan administrasi pajak
- Isu perlindungan data, akuntabilitas, dan tanggung jawab hukum AI
- Konsep Rule as Code dan penerjemahan regulasi pajak ke format machine-readable
- Penerapan AI dalam administrasi pajak dan kepabeanan di berbagai negara
- Peran AI dalam penyelesaian sengketa pajak dan tata kelola perpajakan
Panel-panel ini menghadirkan perspektif lintas negara, mulai dari Eropa, Amerika Latin, Afrika, hingga Asia, termasuk pengalaman Indonesia dalam transformasi digital perpajakan.
Baca Juga: Pajakku Mendapat Apresiasi Dari Kanwil DJP Jakarta Utara Dalam Acara Peluncuran Taxpayers Charter
Posisi Pajakku dalam Ekosistem Tax Technology
Sebagai penyedia solusi digital perpajakan di Indonesia, partisipasi Pajakku dalam WU Tax Law Technology Conference 2026 memperkuat posisinya dalam ekosistem tax technology global. Pajakku membawa perspektif praktis dari implementasi teknologi pajak di pasar berkembang, termasuk tantangan kepatuhan, integrasi sistem, dan pemanfaatan data secara aman dan efektif.
Keterlibatan ini juga mencerminkan komitmen Pajakku untuk terus mengikuti perkembangan global, sekaligus berkontribusi dalam perumusan praktik terbaik penggunaan AI dan teknologi lanjutan di bidang perpajakan.
Menegaskan Peran Indonesia di Diskursus Pajak Digital
Dengan kehadiran pembicara dari lebih dari 30 negara, WU Tax Law Technology Conference 2026 menjadi panggung strategis untuk pertukaran gagasan lintas yurisdiksi. Partisipasi Pajakku menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi pajak, tetapi juga bagian dari komunitas global yang aktif membentuk arah masa depan hukum dan administrasi perpajakan di era kecerdasan buatan.
Melalui forum ini, Pajakku membawa suara Indonesia dalam diskusi global mengenai bagaimana teknologi dapat memperkuat kepatuhan, meningkatkan efisiensi, dan tetap menjaga keadilan serta kepercayaan publik dalam sistem perpajakan modern.








