Pemerintah Tetapkan Alokasi PEN 2022 Sebesar RP 414 Triliun

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata menyatakan bahwa pemerintah tengah menyiapkan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2022 karena semakin berkembangnya kasus Covid-19. Dana PEN ini dinilai juga akan terus bertambah sesuai kebutuhan dan perhitungan di tahun depan. 

Tarif yang ditetapkan oleh pemerintah sendiri per 29 November 2021, sebanyak Rp 414 triliun dari yang sebelumnya ditetapkan senilai Rp 321,2 triliun. Perubahan pagu PEN tahun depan dimungkinkan terjadi pada berbagai klaster, dengan mempertimbangkan pemulihan ekonomi di tingkat pusat dan daerah. 

Dari anggaran ini nantinya akan didistribusikan paling besar untuk perlindungan masyarakat sebesar Rp 154,8 triliun, diikuti penguatan pemulihan ekonomi sebesar Rp 141,4 triliun, dan juga sektor kesehatan sebesar Rp 117,9 triliun. 

Terkait dengan program perlindungan sosial, dana PEN akan dimanfaatkan untuk program keluarga harapan (PHK) bagi 10 juta keluarga penerima manfaat, kartu sembako, kartu prakerja, dukungan jaminan kehilangan pekerjaan, BLT dana desa, dan antisipasi pelunasan program perlindungan sosial lainnya. 

Di satu sisi, terkait penguatan pemulihan ekonomi, dana PEN didistribusikan untuk program-program yang berkaitan dengan infrastruktur konektivitas, pariwisata dan ekonomi kreatif, ketahanan pangan, ICT, dukungan UMKM/korporasi/BUMN, kawasan industri, insentif perpajakan, dan investasi pemerintah. 

Sedangkan, di sektor kesehatan, dana PEN ini akan digunakan untuk testing, tracing, dan treatment pasien Covid-19 untuk BPJS, obat, insentif tenaga kesehatan baik di pusat dan daerah, program vaksinasi, insentif perpajakan vaksin, penanganan kesehatan lainnya di daerah, dan antisipasi kesehatan lainnya. 

Meskipun begitu, dana ini bukanlah dana final, masih ada kemungkinan bertambahnya dana karena masih koordinasi dengan masing-masing kementerian/lembaga yang belum final pula. Di sisi lain, realisasi PEN tahun ini (2021) per November 2021, masih baru mencapai 66,6% atau sebesar Rp 485,77 triliun dari pagu Rp 744,77 triliun. Isa sendiri memprediksikan realisasi tahun ini akan bisa mencapai Rp 680 triliun hingga akhir tahun ini.

 

Baca juga Jokowi Sebut APBN 2022 Harus Responsif Terhadap Varian Omicron Covid-19