Tercapainya target penerimaan pajak pada tahun ini, menjadikan momentum yang sangat tepat untuk mengurangi utang pemerintah, ujar Wakil Ketua MPR Syarief Hasan. Beliau memuji peningkatan penerimaan pajak sebagai momentum yang tepat untuk mengurangi utang pemerintah.
Syarif mengatakan, realisasi penerimaan pajak sebesar lebih dari 100% pada tahun 2021 menunjukkan bahwa perekonomian sudah mulai membaik dan dijaga keberlanjutannya. Beliau percaya bahwa penerimaan pajak yang baik pada akhirnya akan mempengaruhi pada pengurangan utang.
“Cara yang paling bijak adalah dengan meningkatkan kapasitas fiskal, terutama mengoptimalkan penerimaan negara dari sisi penerimaan pajak dan bukan pajak (PNBP). Artinya, kita harus serius dan fokus pada sumber-sumber penerimaan dalam negeri,” katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (29/12/2021).
Syarief memuji kinerja Ditjen Pajak (DJP) dalam mencapai target penerimaan pajak 2021 sebelum pembukuan ditutup, bahkan dalam situasi pandemi Covid-19. Sementara itu, ia memperkirakan kepatuhan pajak masyarakat semakin baik. “Penerimaan pajak yang baik akan meningkatkan kemampuan pemerintah untuk mendanai pengeluaran pemerintah dan membuatnya bebas dari utang,” ujar Syarief.
Tentu, sebagaimana diketahui, penerimaan pajak yang tinggi akan mengurangi defisit anggaran nasional dalam jangka pendek. Hingga November 2021, defisit APBN mencapai Rp 611 triliun, yang setara dengan 3,63% dari PDB. Rasio utang kini mencapai Rp 6.713,24 triliun atau 39,84% dari PDB.
Syarief menambahkan, ketergantungan utang yang tinggi dapat menimbulkan pertanyaan publik tentang kewajiban optimalisasi sumber daya dalam negeri. Memang, pemerintah dapat memanfaatkan populasi besar dan sumber daya potensial untuk meningkatkan kapasitas pendapatan domestik.
“Perluasan defisit itu benar-benar menunjukkan bahwa kita tidak memaksimalkan kemampuan kita, jadi ini juga harus diperhitungkan,” ucapnya.
Sebelumnya, Ditjen Pajak (DJP) mencatatkan penerimaan pajak bersih sejumlah Rp 1.231,87 triliun per 26 Desember 2021. Ini setara dengan 100,19% dari target APBN sebesar Rp 1.229,6 triliun pada tahun 2021. Pencapaian penerimaan yang tembus target 100% ini merupakan pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir.








