Per 1 November, Pemerintah Argentina Naikkan Batas PTKP

Krisis ekonomi yang terus membayang-bayangi perekonomian di Argentina membuat Pemerintah memutuskan untuk menaikkan threshold atau ambang batas untuk PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) bagi wajib pajak pribadi menjadi 330.000 peso (ARS) atau setara dengan Rp.86,5 juta per tahun (kurs Rp.102).

Keputusan ini dilakukan oleh Pemerintah Argentina sebagai upaya membantu memberikan keringanan pajak bagi pihak-pihak kecil atau kaum buruh dengan meminimalisir dampak dari lonjakan inflasi yang saat ini terjadi di Argentina.

Kebijakan mengenai penaikan ambang batas PTKP mulai diberlakukan awal bulan November mendatang. Hal ini turut disampaikan oleh Sergio Massa selaku Menteri Ekonomi Argentina. Beliau juga menyampaikan bahwa langkah pemerintah dalam menaikkan batas PTKP menjadi 330.000 peso (ARS) tentunya juga dilakukan atas pertimbangan dari tingkat pendapatan masyarakat, terutama pada masyarakat menengah kecil, sehingga kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban pajak yang telah dialami masyarakat saat ini.

Baca juga Kontribusi Kegiatan Ekspor Impor pada Perpajakan di Indonesia

Seperti yang kita ketahui, bahwa Argentina menjadi salah satu negara dalam barisan awal yang paling terdampak dengan ketidakpastian ekonomi global. Mulai dari penguatan nilai mata uang Amerika Serikat, kebijakan suku bunga yang tinggi, hingga krisis yang terjadi karena adanya invasi besar-besaran negara Rusia terhadap Ukraina.

Sejak bulan Agustus lalu, angka inflasi yang dialami Argentina berhasil menginjak di angka 78,5% hingga bulan September terus mengalami penaikan hingga mencapai 83%. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Banco Central de la República Argentina (BCRA) selaku Bank sentral Argentina, inflasi yang terjadi di Argentina akan berlangsung hingga akhir tahun 2022 dan diperkirakan persentase penaikan tembus di angka 100%.

Baca juga Ekonomi Global Melambat, Indonesia Akan Diversifikasi Tujuan Ekspor

Kondisi tersebut tentunya menciptakan ketidakpastian bagi negara ini, terlebih negara Argentina termasuk negara dengan penghasil utama dari biji-bijian atau bisa dikatakan Argentina merupakan negara dengan produsen minyak bunga matahari dan gandum terbesar.

Sebagai tambahan, inflasi yang terjadi di Argentina saat ini merupakan hukuman terburuk bagi seluruh masyarakat. Oleh sebab itu, Massa menyampaikan bahwa saat ini pemerintah Argentina masih terus melakukan perundingan mengenai rencana baru lainnya dengan tujuan menahan biaya bahan makanan.

Hasil dari perundingan-perundingan tersebut tentunya akan melahirkan kebijakan yang nantinya kebijakan tersebut diharapkan dapat mampu membantu perekonomian Argentina hingga akhir tahun mendatang. Beliau juga menambahkan, hingga saat ini pemerintah telah bekerja keras mengupayakan serta bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan konsumsi massal guna meringankan dampak inflasi yang terjadi saat ini.