Swedia Hapus Pajak Penerbangan, Saatnya Berlibur?

Swedia baru-baru ini mengumumkan rencana ambisius untuk menghapus pajak penerbangan dalam upaya mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan menghidupkan kembali industri penerbangan yang sempat terpuruk selama masa pandemi COVID-19. Pajak penerbangan yang sebelumnya dipungut sebesar 60 hingga 400 krona Swedia (sekitar Rp90.000 hingga Rp600.000) per tiket, akan segera dihapus yang dapat memberikan angin segar bagi wisatawan dan maskapai penerbangan.

 

 

Mengapa Pajak Penerbangan Dihapus?

 

Sejak diperkenalkan pada tahun 2018, pajak penerbangan ini memiliki tujuan untuk mengurangi emisi karbon melalui pengurangan jumlah penerbangan. Namun, selama pandemi COVID-19, jumlah penerbangan dan wisatawan turun drastis hingga 70%. Swedia saat ini merupakan salah satu negara yang sangat bergantung pada sektor pariwisata yang menyumbang sekitar 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). 

 

Dengan menghapus pajak penerbangan pada 1 Juli 2025, pemerintah Swedia berharap dapat meningkatkan jumlah wisatawan hingga 30% di tahun 2025. Swedia mencatat penurunan jumlah wisatawan asing sebesar 68% pada tahun 2020 dan 2021, dengan kerugian ekonomi diperkirakan mencapai 40 miliar krona (sekitar Rp60 triliun).

 

Baca juga: Aturan Perpajakan bagi Pengguna Layanan Carter Pesawat Pribadi

 

 

Dampak Ekonomi dan Manfaat bagi Wisatawan

 

Penghapusan pajak penerbangan ini diprediksi akan menurunkan harga tiket pesawat hingga 10% untuk penerbangan jarak pendek dan hingga 15% untuk penerbangan jarak jauh. Bagi wisatawan, hal ini akan membuat biaya perjalanan lebih terjangkau yang mendorong lebih banyak wisatawan untuk datang berlibur ke Swedia. Lebih dari 7 juta wisatawan internasional yang berkunjung per tahun sebelum pandemi, Swedia berharap dapat mencapai kembali jumlah ini di tahun 2025 hingga tambahan 2 juta wisatawan dalam beberapa tahun ke depan.

 

Di sisi lain, industri penerbangan Swedia juga menyumbang sekitar 5% dari total lapangan kerja di sektor pariwisata yang akan diuntungkan. Dengan meningkatnya jumlah penerbangan, maskapai seperti Scandinavian Airlines (SAS) dan Norwegian Air diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan frekuensi penerbangan, serta membantu pemulihan keuangan setelah mengalami kerugian hingga 6 miliar krona (sekitar Rp9 triliun).

 

 

Tantangan Lingkungan dan Kritik

 

Namun, rencana penghapusan pajak penerbangan ini juga menuai kritik dari kalangan aktivis lingkungan. Data menunjukkan bahwa sektor penerbangan menyumbang sekitar 2,5% dari total emisi karbon global. Swedia sendiri menyumbang sekitar 5% dari total emisi nasional. 

 

Kritikus berpendapat dengan menghapus pajak ini akan meningkatkan jumlah penerbangan dan emisi karbon, bertentangan dengan target Swedia untuk menjadi negara netral karbon pada tahun 2045. Para aktivis mendesak pemerintah untuk berinvestasi lebih banyak pada transportasi berkelanjutan seperti kereta api berkecepatan tinggi dan kendaraan listrik, serta mempertahankan pajak penerbangan.

 

Baca juga: Pemerintah Kaji Penghapusan Pajak Tiket Pesawat, Harga Tiket Akan Turun?

 

 

Saat yang Tepat untuk Berlibur?

 

Dengan adanya pengurangan biaya tiket dan rencana peningkatan jumlah penerbangan, penghapusan pajak penerbangan ini bisa menjadi kesempatan menarik bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Swedia. Namun, terdapat tantangan besar dalam memastikan bahwa langkah ini tidak akan mengorbankan tujuan lingkungan jangka panjang Swedia. 

 

Maka dari itu, sembari menunggu keputusan final pemerintah Swedia, dihimbau kepada para pelancong bahwa saat ini mungkin saat yang tepat untuk mulai merencanakan liburan ke negara dengan pemandangan alam yang memukau ini.

 

 

Baca juga Berita dan Artikel Pajakku lainnya di Google News