Kartu kredit menjadi salah satu opsi pembayaran bagi sebagian masyarakat Indonesia. Selain kemudahan yang ditawarkan, transaksi dengan kartu kredit juga cukup menguntungkan konsumen dengan beragam promo yang dijanjikan. Di beberapa momen seperti libur panjang, banyak masyarakat yang memanfaatkan promo yang diberikan bank penyedia kartu kredit. Salah satu momen yang hamper selalu menunjukkan peningkatan transaksi kartu kredit adalah libur panjang lebaran.
Momen libur lebaran yang baru saja dilalui kemarin ternyata menunjukkan adanya peningkatan transaksi kartu kredit dari beberapa bank dalam negeri. Salah satunya adalah Mandiri Kartu Kredit yang mengalami pertumbuhan permintaan karena kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa pada periode libur lebaran relative meningkat. Menurut SVP Credit Cards Group Bank Mandiri Erin Young, transaksi Mandiri Kartu Kredit meningkat 24% per April secara year on year dengan besaran baki debet yang juga ikut tumbuh 18% dari tahun lalu.
Kenaikan tersebut terjadi pada periode pertengahan April yang tepat dengan momen libur panjang lebaran tahun ini. Erin berharap, dari 2 juta kartu kredit yang beredar di masyarakat akan mampu bertumbuh 28% sepanjang tahun 2024 dengan pemanfaatan fitur SuperApp di aplikasi Livin’ by Mandiri yang mereka miliki.
Hal serupa juga terjadi pada transaksi kartu kredit Bank Permata. Transaksi kartu kredit Bank Permata selama periode libur lebaran mayoritas terjadi pada transaksi kebutuhan seperti pakaian, makanan, rumah tangga, dan kebutuhan keluarga lainnya.
Direktur Retail Banking Bank Permata Djumariah Tenteram menyebutkan peningkatan transaksi tersebut ditopang oleh benefit yang ditawarkan oleh Bank Permata. Kinerja baki debet dan nilai transaksi juga mengalami kenaikan yang signifikan. Bank Permata berharap peningkatan transaksi kartu kredit mereka dapat tumbuh di angka 20% dengan strategi seperti program diskon dan cicilan di merchant e-commerce.
Baca juga: Bayar Pajak Pakai Kartu Kredit, Apa Bisa?
Di sisi lain, Bank BNI mencatatkan kinerja yang sedikit berbeda. Meskipun di setiap momen lebaran transaksi kartu krdit BNI tumbuh cukup signifikan, di tahun ini BNI menunjukkan kecenderungan peningkatan transaksi yang landai. Menurut GM divisi Bisnis Kartu Kredit BNI Grace Situmeang, kondisi tersebut merupakan dampak dari adanya peningkatan pembayaran dengan metode nontunai yang lain seperti QRIS dan kartu debit. Hingga kuartal I tahun 2024, baki debet kartu kredit BNI telah menyentuh Rp14,2 triliun. Angka tersebut meningkat 10% dibandingkan periode yang sama tahun kemarin.
Walaupun melandai pada transaksi UMKM, tetapi di beberapa sektor seperti travel, restoran, telekomunikasi dan groceries menunjukkan peningkatan performa yang cukup meyakinkan. Grace memprediksi transaksi kartu kredit akan kembali normal pada minggu ketiga setelah libur lebaran dan menjelang libur sekolah di kuartal 2 tahun ini.
Baca juga: Transaksi Kripto Menurun, Ini Kata OJK
Kartu kredit memang memberikan kemudahan transaksi bagi masyarakat. Akan tetapi, jika tidak digunakan dengan bijak, kartu kredit dapat menjadi sesuatu yang menjerumuskan seseorang ke dalam masalah finansial. Oleh karena itu, perlu kedewasaan pengetahuan yang mendalam tentang kartu kredit sebelum menggunakannya sebagai alat transaksi.













